
Pernah membaca sebuah papan reklame di jalan tol, yang bertuliskan: "Kebenaran mungkin bisa kalah, tetapi kebenaran tidak akan pernah salah." Mungkin maksud pembuatnya ialah kebenaran adalah kebenaran, dan kebenaran yang absolut adalah kebenaran yang dari Tuhan sendiri.
Dalam Kisah Para Rasul 4, Petrus dan Yohanes menghadapi ancaman dari para pemimpin agama karena memberitakan kebangkitan Yesus. Meskipun diancam, mereka tidak mundur. Mengapa? Karena mereka telah menyaksikan kebenaran yang tak terbantahkan—Yesus hidup, dan hanya dalam nama-Nya ada keselamatan. Ancaman manusia tidak bisa menggoncangkan keyakinan yang dibangun di atas pengalaman nyata akan Tuhan.
Billy Graham pernah mengingatkan, kebenaran Tuhan tidak berubah, dunia mungkin berubah, nilai-nilai budaya mungkin bergeser, opini manusia mungkin berbalik, tetapi firman Tuhan tetap sama dari kekal sampai kekal (Yesaya 40:8). Kebenaran itu seperti batu karang yang teguh, tidak tergoncangkan oleh gelombang zaman. Seperti para rasul, kita dipanggil untuk membangun hidup di atas kebenaran ini, bukan di atas pendapat umum atau rasa yang aman semu.
Membangun hidup di atas kebenaran Tuhan berarti menjadikan firman Tuhan sebagai landasan atau dasar dan fondasi dari setiap keputusan, nilai, dan tujuan hidup kita. Selain itu, berani tampil berbeda ketika suara dunia bertentangan dengan kebenaran Allah. Dan percaya bahwa Tuhan yang memegang kendali, sekalipun tekanan datang. Para rasul dilepaskan bukan karena strategi mereka, tetapi karena Tuhan sanggup turut bekerja melalui segala keadaan.
Ini bukan berarti kita tidak akan menghadapi kesulitan. Para rasul diancam, dianiaya, bahkan sebagian mati martir. Namun, mereka tidak jatuh dalam arti kehilangan iman, pengharapan, atau tujuan hidup, dan panggilan mereka dari Tuhan. Mereka tetap berdiri teguh dalam identitas dan panggilan mereka. Ketika fondasi kita adalah Kristus, badai kehidupan tidak akan meruntuhkan kita, melainkan justru akan mengungkapkan kekuatan fondasi yang kita pilih dan percayai (Matius 7:24-25).
Kisah Para Rasul 4:21, "Mereka semakin keras mengancam rasul-rasul itu, tetapi akhirnya melepaskan mereka juga, sebab sidang tidak melihat jalan untuk menghukum mereka karena takut akan orang banyak yang memuliakan nama Allah berhubung dengan apa yang telah terjadi."
Akhirnya para pemimpin Yahudi tidak menemukan alasan untuk menghukum kedua rasul itu karena semua orang sedang memuji Allah atas apa yang sudah terjadi, sebab orang yang mengalami kesembuhan ajaib itu sudah berumur lebih dari empat puluh tahun. Oleh karena itu, para pemimpin Yahudi membebaskan Petrus dan Yohanes disertai ancaman yang lebih keras lagi. (TSI)
Then the Jewish leaders again told Peter and John not to disobey them. But all the people there were praising God about what had happened to the lame man. They knew that only God could have enabled Peter and John to miraculously heal the man, because the man was more than forty years old and he was lame when his mother bore him. They also knew that the people would become angry if they punished the two apostles. So, because they could not decide how to punish Peter and John, they finally let them go. (DEIBLER)
Di dunia yang terus berubah, dan membuat kita untuk merasa goyah, semoga kita tetap teguh dan membangun hidup kita di atas firman-Mu, percaya bahwa Dia memegang kendali atas setiap situasi.
"Hanya mereka yang mengangkat suara demi yang tidak berubah, yang dapat menjadi saksi perubahan sejati." (Dietrich Bonhoeffer)
~ Yuliana Sondakh