
Kita tahu ada dosa yang terjadi karena kita tidak bisa menjaga lidah atau perkataan yang keluar dari mulut kita. Dan jika kita tidak bisa menjaga lidah, maka berarti kita juga tidak akan bisa menjaga hidup kita, sebab sering kali pasti ada konsekuensi dari apa yang kita ucapkan.
Amsal 18:21 (VMD), "Lidah dapat mengatakan kata-kata yang membawa hidup atau kematian. Orang yang suka banyak bicara harus siap menerima akibat yang diucapkannya."
Words kill, words give life; they're either poison or fruit--you choose. (MSG)
Pilihannya ada pada kita, apakah mau menjaga perkataan kita, ataukah tidak?
Dengan lidah atau perkataan kita bisa memberkati, membangun, mendukung orang lain. Namun dengan lidah pula kita bisa saja menggosipkan, menyalah-nyalahkan, dan bahkan mengutuki orang lain.
Karena itu, manakah yang mau kita pilih? Apakah kita akan membangun dan memberkati orang lain, ataukah meruntuhkan dan menghancurkan dengan perkataan kita terhadap orang lain, diri sendiri maupun banyak hal lainnya dalam kehidupan kita?
Ada baiknya untuk kita terkadang berdiam diri sejenak, berdoa, dan meminta pertolongan Tuhan supaya kita dapat menjaga lidah maupun perkataan kita.
Yakobus 3:2 (BSD), "Kita semua sering membuat kesalahan. Tetapi jika kita dapat mengendalikan lidah kita, maka kita akan menjadi dewasa dan dapat menguasai seluruh tubuh kita."
SAUDARA sekalian yang saya kasihi, jangan suka mempersalahkan orang, karena kita semua melakukan kesalahan. Jika sebagai guru agama, yang seharusnya lebih mengetahui, kita melakukan kesalahan, maka hukuman bagi kita akan lebih besar daripada hukuman bagi orang lain. Kalau seseorang dapat mengendalikan lidahnya, ini membuktikan bahwa ia dapat mengendalikan diri dalam segala-galanya. (FAYH)
It is true that we all in many ways do what is wrong. But those who always [LIT] control what they say will be all that God intends/wants them to be. They will be able to control all their actions. (DEIBLER)
~ Yuliana Sondakh