
Yohanes 6:66, "Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia."
Mulai saat itu banyak pengikut-Nya meninggalkan Dia, dan tidak mau mengikuti-Nya lagi. (BIS)
Sesudah itu, banyak orang yang sudah mengikut Yesus tidak mau mengikuti Dia lagi dan pergi meninggalkan-Nya. (TSI)
As a result of this many of His disciples withdrew and were not walking with Him anymore. (NASB)
Bagaimana dengan kita?
Setelah apa pun yang terjadi—mengalami kebaikan-kebaikan Tuhan, mengalami kelemahan, masih memiliki kekurangan, mengalami kegagalan, melakukan kesalahan, ada kekalahan, dan lainnya, apakah kita akan berhenti mengikuti Dia?
Yohanes 6:67 (AYT), "Karena itu, Yesus berkata kepada kedua belas murid-Nya, 'Apakah kamu juga ingin pergi?'"
Lalu Yesus bertanya kepada kedua belas pengikut-Nya, "Apakah kalian juga mau meninggalkan Aku?" (BIS)
Jesus said to the Twelve, Will you also go away? [And do you too desire to leave Me?] (AMP)
Apakah pengajaran firman-Nya sudah terasa semakin keras bagi kita? Apakah keadaan-keadaan yang kita alami telah melemahkan iman dan semangat kita?
Jadilah seperti Petrus yang setia kepada Yesus, sekalipun mungkin ia belum sempurna waktu itu, demikian juga mungkin dengan kita saat ini, namun imannya teruji dan terbukti setia kepada Tuhan Yesus sampai akhir hidupnya.
Yohanes 6:68-69, "Jawab Simon Petrus kepada-Nya: 'Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal, dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.'"
"Tuhan," kata Simon Petrus kepada-Nya, "kepada siapa kami akan pergi? Perkataan Tuhan memberi hidup sejati dan kekal. Kami sudah percaya dan yakin bahwa Tuhanlah utusan suci dari Allah." (BIS)
Peter replied, "Master, to whom would we go? You have the words of real life, eternal life. We've already committed ourselves, confident that you are the Holy One of God." (MSG)
Apa pun pergumulan serta ujian hidup yang kita alami sampai saat ini, tetaplah setia dalam iman dan mengikut jalan-jalannya Tuhan. Sebab, pasti ada perbedaan nyata antara orang-orang yang tidak setia dan akhirnya meninggalkan Dia, dengan orang-orang yang mau tetap setia kepada-Nya sampai akhir hidup mereka. Setidaknya, kita akan dikenang oleh orang-orang lain, dan menjadi berkat kesaksian iman bagi mereka untuk mau menjadi sama seperti kita yang tetap setiap kepada-Nya sampai akhir hidup kita.
Amsal 10:7 (VMD), "Orang baik meninggalkan kenangan yang menjadi berkat bagi kita, tetapi orang jahat segera dilupakan."
Good people are remembered long after they are gone, but the wicked are soon forgotten. (CEV)
~ FG