
Ratapan 3:25 (VMD), "TUHAN baik terhadap orang yang menantikan-Nya. Ia baik terhadap orang yang mencari-Nya."
The Lord is good to those who wait hopefully and expectantly for Him, to those who seek Him [inquire of and for Him and require Him by right of necessity and on the authority of God's word]. (AMP)
GOD proves to be good to the man who passionately waits, to the woman who diligently seeks. (MSG)
Tidaklah penting dari mana kita berasal, tetapi yang utama adalah ke mana kita akan pergi melangkah. Dengan kata lain, masa lalu atau asal-usul kita tidak menentukan masa depan kita, tetapi arah langkah bersama Tuhanlah yang menentukan segalanya.
Kenapa? Karena setiap orang lahir dengan membawa "cerita awal" yang berbeda-beda. Ada yang memulai hidupnya dari latar belakang yang nyaman, namun tidak sedikit yang harus memulai dari lembah kesulitan, kegagalan masa lalu, atau latar belakang keluarga yang retak.
Sering kali, dunia mencoba mendikte masa depan kita berdasarkan dari mana kita berasal. Lalu, kita terjebak dalam stigma, rasa bersalah masa lalu, atau keterbatasan lahiriah. Namun, ada satu kebenaran yang memerdekakan, yaitu bagi Tuhan, dari mana kita berasal tidak pernah lebih penting daripada ke mana kita akan pergi melangkah bersama dengan-Nya.
Ketika melangkah bersama Tuhan, titik awal kita bukanlah penentu titik akhir kita. Alkitab penuh dengan tokoh-tokoh yang "asal-usulnya" mungkin dianggap remeh atau kelam oleh dunia. Daud hanyalah seorang gembala domba yang kecil, Rahab memiliki masa lalu yang kelam, dan Petrus hanyalah seorang nelayan biasa. Namun, ketika mereka mengarahkan langkah bersama Tuhan, hidup mereka diubahkan menjadi alat-alat-Nya. Masa lalu Anda adalah sejarah, tetapi masa depan bersama Tuhan adalah harapan yang baru.
Yeremia menulis kitab Ratapan di tengah keadaan Yerusalem yang hancur. Secara latar belakang dan kondisi saat itu, mungkin semuanya tampak suram. Namun, di antara puing-puing kejatuhan itu, Yeremia memilih untuk tidak melihat ke belakang, melainkan mengarahkan pandangannya ke atas, kepada Tuhan. Don't give up, but Look Up. Ketika kita melangkah maju dengan hati yang berharap kepada Tuhan, menanti-nantikan dengan iman, serta mencari wajah-Nya melalui doa dan firman Tuhan, kita menaruh harapan pada arah yang benar, dan membangun fondasi langkah agar tidak goyah.
Kebaikan Tuhan bukanlah janji bahwa jalan kita akan selalu mulus tanpa kerikil. Kebaikan-Nya berarti Dia menyediakan kekuatan yang cukup untuk setiap hari, hikmat untuk mengambil keputusan, dan penyertaan yang tidak pernah meninggalkan kita. Setiap langkah maju yang kita ambil bersama-Nya akan membawa kita mendekat pada rencana-Nya yang mendatangkan damai sejahtera, sukacita, serta masa depan yang penuh pengharapan. Bersyukurlah karena kebaikan-Nya menyertai, bahkan mengejar setiap kita.
Jangan biarkan hidup kita ditentukan oleh bayang-bayang masa lalu di belakang kita, melainkan oleh terang firman serta Tuhan yang berjalan di depan kita. Bukankah itu sebuah Kabar Baik bahwa kita dapat melangkah dengan pasti bersama-Nya.
~ Yuliana Sondakh