
Yakobus 1:21, "Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu."
Sebab itu, hilangkanlah segala sesuatu yang tidak benar dalam kehidupan Saudara, baik lahir maupun batin. Dengan penuh kerendahan hati bergembiralah atas berita menakjubkan yang telah kita terima, karena sementara tumbuh di dalam hati kita, berita itu dapat menyelamatkan jiwa kita. (FAYH)
So throw all spoiled virtue and cancerous evil in the garbage. In simple humility, let our gardener, God, landscape you with the Word, making a salvation-garden of your life. (MSG)
Orang yang lemah lembut adalah orang yang mau menerima teguran orang lain. Jadi, bukan hanya perangai yang terlihat lemah lembut, melainkan lebih pada sikap hati yang tak terlihat dari luar namun mampu menguasai diri.
Ia akan "lentur" dalam menerima teguran, masukan, peringatan, dan terutama hajaran dari Tuhan. Menerima bahwa apa pun yang dari Tuhan pasti baik, dan akan mendatangkan kebaikan baginya, terutama apabila ia bersedia serta rela untuk tetap berada dalam rencana dan panggilan-Nya bagi hidupnya. Milikilah kelenturan hati seperti itu, lebih daripada kelenturan jasmani.
Bagaimana dengan kita hari-hari ini?
Terimalah firman Tuhan dengan lemah lembut, pertama-tama untuk dikenakan kepada diri sendiri, bukan semata-mata untuk selalu ditujukan kepada orang lain. Sebab mudah untuk melemparkan peluru ke orang lain, tetapi tidak mudah untuk menyasarkannya ke diri sendiri.
Kita harus menjadi seperti anak-anak yang selalu bersedia diajar oleh Tuhan melalui firman-Nya. Karena Ia pasti menuntun serta memelihara orang-orang yang takut akan Dia.
Karena itu, datanglah senantiasa kepada Tuhan melalui doa dengan kerendahan hati, sebab suatu hari kelak, keadaan kita semua akan diubahkan-Nya dan tampak jelas apa rancangan-Nya bagi setiap kita.
Mazmur 103:13 (FAYH), "Ia bagaikan seorang bapa bagi kita, lemah lembut dan mengasihani orang-orang yang menghormati Dia."
TUHAN mengasihi para pengikut-Nya seperti seorang ayah mengasihi anak-anaknya. (VMD)
As parents feel for their children, GOD feels for those who fear him. (MSG)
~ Yuliana Sondakh