
Lukas 5:4-5 (FAYH), "Setelah selesai mengajar, Ia berkata kepada Simon, "Sekarang pergilah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkan jala-jalamu, maka engkau akan mendapat banyak ikan!" Simon menjawab, "Guru, kemarin semalam-malaman kami bekerja keras dan seekor pun tidak kami peroleh. Tetapi, karena Guru menghendakinya, kami akan mencoba lagi."
When He had stopped speaking, He said to Simon (Peter), Put out into the deep [water], and lower your nets for a haul. And Simon (Peter) answered, Master, we toiled all night [exhaustingly] and caught nothing [in our nets]. But on the ground of Your word, I will lower the nets [again]. (AMP)
When he finished teaching, he said to Simon, "Push out into deep water and let your nets out for a catch." Simon said, "Master, we've been fishing hard all night and haven't caught even a minnow. But if you say so, I'll let out the nets." (MSG)
Dalam perjalanan iman orang percaya, tidak jarang perintah Tuhan tampak bertentangan dengan akal sehat dan pengalaman kita sebagai manusia. Misalnya, memberi ketika kita kekurangan, diam ketika ingin membela diri, tenang meskipun difitnah, melangkah ketika takut, melepaskan ketika ingin mempertahankan, dan lainnya.
Namun, Tuhan tidak menuntut manusia untuk selalu dapat memahami seluruh rencana-Nya sebelum melangkah.
Pengkhotbah 3:11 (FAYH), "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Walaupun Allah telah menanamkan kekekalan di dalam hati manusia, namun mereka tidak dapat melihat keseluruhan pekerjaan Allah dari awal sampai akhir."
He has made everything beautiful in its time. He also has planted eternity in men's hearts and minds [a divinely implanted sense of a purpose working through the ages which nothing under the sun but God alone can satisfy], yet so that men cannot find out what God has done from the beginning to the end. (AMP)
Ia tidak pernah berjanji bahwa perintah-Nya selalu masuk akal menurut ukuran manusia. Ia berjanji bahwa perintah-Nya membawa pada kebaikan.
Tetapi, apa yang Tuhan lebih kehendaki ialah rasa percaya penuh bahwa perintah-Nya memiliki otoritas yang melampaui logika, rasa takut, maupun kekhawatiran manusia.
Hari ini, mungkin Tuhan ingin kita meminta maaf lebih dulu meskipun kita merasa benar, memberi dengan sukacita meski dompet menipis, melayani di area yang masih tidak kita kuasai benar-benar, serta berhenti mengkhawatirkan sesuatu yang tidak bisa kita kendalikan, maupun yang lainnya.
Taatlah kepada-Nya. Ketaatan yang kecil akan membuka mukjizat yang besar di dalam imaan kita mengikuti Tuhan.
1 Samuel 15:22 (FAYH), "Samuel menjawab, 'Apakah TUHAN senang akan kurban bakaran dan kurban sembelihanmu sama seperti akan ketaatanmu? Ketaatan jauh lebih baik daripada domba sembelihan. Ia lebih senang jika engkau mendengarkan Dia daripada jika engkau mempersembahkan lemak domba-domba jantan kepada-Nya.'"
Then Samuel said, Do you think all GOD wants are sacrifices--empty rituals just for show? He wants you to listen to him! Plain listening is the thing, not staging a lavish religious production. (MSG)
~ YS