
Ya, kita tidak bisa mengubah masa lalu.
Masa lalu adalah bagian dari hidup kita yang tidak dapat kita ubah, ulang, ataupun menghapusnya.
Bahkan mungkin ada hal-hal di masa lalu kita yang terasa menyakitkan, tetapi kita sudah tidak dapat lagi mengubahnya.
Namun, yang masih dapat kita lakukan hari ini adalah melupakan apa yang telah lalu --terutama apa pun yang terasa menyakitkan itu dan mendatangkan penyesalan-- karena kita telah menerima pengampunan serta pemulihan yang dari Tuhan, serta mulai memandang ke masa depan dengan yakin bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi Dia dan terpanggil sesuai dengan rencana-Nya.
Filipi 3:13, "Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku."
Friends, don't get me wrong: By no means do I count myself an expert in all of this, but I've got my eye on the goal, where God is beckoning us onward--to Jesus. (MSG)
My fellow believers, I certainly do not consider that I have already become completely like Christ. But I am like a runner. A runner does not look backward. Instead, he leans/stretches forward as he runs straight toward the goal in order that he might win the race and get the prize. Similarly, I do not think about what I have already done. (DEIBLER)
~ Yuliana Sondakh