
"Minggu depan," kata seorang pengkhotbah, "saya akan membagikan tentang dosa berbohong." Beliau menyatakan kepada jemaat suatu gereja yang setia mengundangnya untuk membagikan firman Tuhan di sana.
"Oleh karena itu," lanjut hamba Tuhan tersebut, "Bapak-ibu dan jemaat semua dapat mempersiapkan diri juga dengan membaca kitab Markus pasalnya yang ke-17, dan kita akan sama-sama membahasnya Minggu depan."
Beberapa hadirin tampak mengangguk, tanpa membuka Alkitab saat itu, karena memang sudah sangat jarang yang membawa Alkitab buku, melainkan sebagian besar hanya memegang maupun membawa handphone apabila ingin untuk membuka firman Tuhan.
Pada hari H-nya, di Minggu yang berikutnya itu, sang pengkhotbah menyapa para jemaat, sambil menanyakan kepada mereka, "Jadi, siapa saja yang sudah membaca Markus 17 seperti yang saya mintakan Minggu lalu? Apakah Bapak-Ibu serta jemaat sekalian sudah ada yang membacanya?"
Hampir sebagian besar orang mengangkat tangan.
"Baguslah kalau begitu," tanggap hamba Tuhan tersebut.
"Kita dapat langsung saja mulai membahas tentang dosa kebohongan," pungkas sang hamba Tuhan, "karena tidak ada yang namanya Markus 17."
Bagaimana dengan kita, apakah sudah membaca Markus 17 juga?
Titus 1:12 (TSI), "Dahulu, ada seorang terkenal dari Kreta yang menulis, 'Semua penduduk pulau Kreta adalah pendusta. Mereka seperti binatang buas. Mereka malas bekerja dan rakus.'"
Salah seorang dari bangsa mereka sendiri, seorang nabi dari Pulau Kreta, berkata tentang mereka, "Orang-orang Kreta ini semuanya pembohong! Mereka seperti binatang yang malas dan hidup hanya untuk mengenyangkan perut semata-mata." (FAYH)
A man from Crete island whom they consider a prophet said, "My fellow Cretan people are always lying to one another! They are like dangerous wild animals! They are lazy and always eat too much food!" (DEIBLER)
~ FG