
Vibes atau gegap gempita Piala Dunia 2026 masih terasa sampai hari ini. Salah satu hal atau kondisi yang menarik perhatian saya maupun mungkin juga Saudara yang gemar menyaksikan tayangan pertandingan bola akbar empat tahunan ini adalah ketika terjadi serangan balik oleh pihak lawan.
Setelah pihak yang lain belum berhasil membobolkan gawang, ataupun terjadi perebutan bola oleh lawan, kadang pihak lawan tersebut dapat dengan tiba-tiba melakukan serangan balik yang bahkan mungkin sampai berhasil membuat gol.
Ketika merenungkannya dalam kehidupan rohani kita, terkadang si musuh, dalam hal ini Iblis tentu saja, mungkin dapat melakukan serangan balik terhadap kita apabila tidak berjaga-jaga. Sering kali keadaan itu terjadi mungkin pada saat kita selesai melakukan sesuatu yang terasa menguras tenaga, ataupun ketika kita merasa kesepian dan sendirian tidak ada orang yang melihat, atau keadaan-keadaan lain tergantung kerentanan kita.
Di saat-saat seperti itu, kita membutuhkan kasih karunia Tuhan dan pertolongan Roh Kudus untuk meneguhkan, menguatkan, menegur, mengingatkan kita. Supaya saat sekiranya "serangan balik" tersebut tidak menjebol gawang penjagaan kita.
Karena itu, bukankah kita memerlukan—seperti yang dinyataan berulang kali hari-hari oleh Pdt. Niko Njotorahardjo—yaitu untuk berdoa, berdoa, dan berdoa. Bukan merasa kuat diri. Bukan merasa hebat, melainkan untuk mau rendah hati mengandalkan pertolongan Tuhan.
1 Korintus 10:12 (FAYH), "Jadi, berhati-hatilah. Kalau Saudara mengira, 'Mustahil saya akan berbuat demikian,' hendaklah Saudara waspada karena Saudara juga mungkin jatuh ke dalam dosa."
Don't be so naive and self-confident. You're not exempt. You could fall flat on your face as easily as anyone else. Forget about self-confidence; it's useless. Cultivate God-confidence. (MSG)
Lukas 4:13 (BIS), "Setelah Iblis selesai mencobai Yesus dengan segala macam cara, ia meninggalkan Yesus dan menunggu waktu yang baik."
Then, after the devil had finished trying to tempt Jesus in many ways, he left him. He wanted to try to tempt him later at an appropriate time. (DEIBLER)
~ FG