
2 Korintus 5:7 (BIS), "Sebab kami hidup berdasarkan percaya kepada Kristus, bukan berdasarkan apa yang dapat dilihat."
For we walk by faith [we regulate our lives and conduct ourselves by our conviction or belief respecting man's relationship to God and divine things, with trust and holy fervor; thus we walk] not by sight or appearance. (AMP)
It's what we trust in but don't yet see that keeps us going. (MSG)
Kita mungkin pernah melalui terowongan yang gelap dan panjang, mungkin menggunakan kendaraan umum ataupun lainnya. Penglihatan terbatas, dan seolah ujung jalan tak kunjung tiba?
Masa-masa sulit mungkin sering persis seperti demikian. Kita ingin melihat dulu jalan keluarnya dan memahami rencana Tuhan, maka baru mau melangkah dan percaya. Namun, firman Tuhan hari ini mengingatkan kita, hidup orang percaya adalah karena percaya, bukan karena sekadar melihat.
Tuhan tidak berjanji bahwa jalan hidup akan selalu mulus dan tanpa rintangan. Namun, ketika kita memilih untuk tetap percaya, menyerahkan hidup serta berharap kepada-Nya, di situlah tangan-Nya justru bekerja nyata.
Ketika kita mengandalkan kemampuan dan logika sendiri, itu semua terbatas. Tetapi ketika kita percaya, membuka diri pada campur tangan Tuhan, kuasa-Nya tak terbatas. Iman bukan menutup mata terhadap kenyataan sulit, melainkan memilih untuk melihatnya dari sudut pandang Tuhan Yesus.
Tidak ada jalan yang tertutup selama kita percaya dan mengandalkan Dia.
Mungkin saat ini pintu-pintu yang kita harapkan terbuka justru tertutup rapat. Mungkin usaha kita mentok, kesehatan kita bermasalah, atau relasi kita retak. Di mata manusia, itu bisa jadi jalan buntu. Tetapi bagi Tuhan, tidak ada yang namanya jalan buntu.
Dia adalah Gembala yang baik. Bagian kita adalah mengikut Dia, bukan menentukan rute. Saat kita menyerahkan hidup kita kepada-Nya, Dia akan menuntun langkah demi langkah, memberikan terang dan tuntunan untuk hari ini.
Hasil dari hidup yang dijalani dengan iman adalah damai sejahtera. Damai yang dimaksud bukanlah ketiadaan masalah, melainkan ketenangan batin di tengah badai.
Filipi 4:7 (TSI), "Dengan demikian, ketenangan dalam perlindungan Allah yang kita terima karena bersatu dengan Kristus Yesus akan menjadi seperti pengawal yang selalu menjaga hati dan pikiranmu. Ketenangan yang diberikan Allah itu melebihi segala pengertian manusia!"
Bila Saudara melakukan hal-hal ini, Saudara akan mengalami damai Allah yang jauh melebihi pengertian akal manusia. Damai-Nya akan menjadikan pikiran dan hati Saudara tenang dan tentram, sementara Saudara mempercayakan diri kepada Kristus Yesus. (FAYH)
Before you know it, a sense of God's wholeness, everything coming together for good, will come and settle you down. It's wonderful what happens when Christ displaces worry at the center of your life. (MSG)
~ Yuliana Sondakh