
Socrates, kalau tidak salah, pernah mengatakan, "Inilah yang saya tahu, bahwa saya tidak tahu apa-apa."
Ya, semestinya orang yang mau merendahkan hati ialah orang yang semakin ia mengetahui banyak hal, justru makin ia merasa tidak tahu apa-apa maupun masih banyak yang tidak diketahuinya.
Sebaliknya, mungkin masih banyak orang maupun di antara kita yang sok tahu, ataupun bahkan mahatahu! Omniscient. Padahal, tentu kita tahu hanya satu Pribadi yang Mahatahu.
Sikap "mahatahu" kita ini sering muncul dalam berbagai bentuk seperti:
Kita lupa bahwa kita terbatas, bukan Dia yang mahatahu.
Amsal 3:4-5 (VMD), "Percayalah pada TUHAN dengan sepenuhnya, dan jangan bergantung pada pengetahuanmu sendiri. Dan setiap langkahmu ingatlah apa yang dikehendaki Allah, dan Dia akan menolongmu melakukan yang benar."
Percayakanlah dirimu sepenuhnya kepada TUHAN dan jangan sekali-kali bersandar pada akalmu. Dalam segala perbuatanmu utamakanlah Allah, maka Ia akan menuntun engkau dan memahkotai usaha-usahamu dengan keberhasilan. (FAYH)
Percayalah kepada TUHAN dengan sepenuh hatimudan jangan mengandalkan pemikiranmu sendiri. Mintalah kehendak-Nya dalam setiap langkah hidupmu, maka Dia akan menuntunmu ke jalan yang benar. (TSI)
Trust GOD from the bottom of your heart; don't try to figure out everything on your own. Listen for GOD's voice in everything you do, everywhere you go; he's the one who will keep you on track. (MSG)
Amsal 27:1 (VMD), "Jangan bangga atas hal-hal yang akan kaukerjakan; engkau tidak tahu apa yang terjadi besok."
JANGANLAH menyombongkan diri atas rencana-rencanamu untuk esok hari karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi. (FAYH)
Don't brag about tomorrow! Each day brings its own surprises. (CEV)
~ FG