
Ada tujuh perkataan luar biasa yang diucapkan Kristus setelah Ia dipakukan di kayu salib dan sebelum Ia mati. Dan kita telah membaca perkataan yang pertama kemarin. (Klik di sini).
Apa saja tujuh perkataan-Nya itu?
Yang menarik perhatian saya, selain juga permohonan doa-Nya kepada Bapa untuk mengampuni mereka yang menyalibkan Dia, maupun demi pengampunan kita semua, adalah perkataan ungkapan kasih-Nya: "Ibu, inilah, anakmu! ... Inilah ibumu!"
Yohanes 19:26-27, "Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: 'Ibu, inilah, anakmu!' Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: 'Inilah ibumu!' Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya."
Ia mempercayakan pemeliharaan terhadap ibu-Nya, Maria kepada murid-murid, khususnya ke dalam tangan Yohanes. Dalam ayat ini, Yesus, sebagai Anak yang penuh belas kasih, memastikan ibu-Nya di dunia ini akan dirawat setelah kematian-Nya.
Menurut sebuah referensi, bahkan dalam kematian, Ia menolak untuk hanya memikirkan diri-Nya sendiri. Menolak untuk hanya memikirkan diri-Nya sendiri. Sebab, Ia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Sementara itu, masih banyak orang yang mungkin hanya hidup untuk diri sendiri. Bagaimana dengan Saudara dan saya? Masihkah kita hidup dalam keegoisan dan hanya memikirkan diri sendiri saja?
Galatia 2:20 (TSI), "Sekarang secara rohani saya sudah disalibkan bersama Kristus. Itu berarti bukan lagi saya yang mengatur hidup saya, melainkan Kristus yang hidup dalam diri saya. Seluruh hidup yang saya jalani dalam tubuh duniawi ini hanyalah berdasarkan keyakinan penuh kepada Anak Allah, yang begitu mengasihi saya sampai rela menyerahkan diri-Nya untuk menebus saya."
Christ's life showed me how, and enabled me to do it. I identified myself completely with him. Indeed, I have been crucified with Christ. My ego is no longer central. It is no longer important that I appear righteous before you or have your good opinion, and I am no longer driven to impress God. Christ lives in me. The life you see me living is not "mine," but it is lived by faith in the Son of God, who loved me and gave himself for me. (MSG)
It is as though I was with Christ when he was crucified {died on the cross} (It is as though my old way of life ended when Christ died on the cross.) No longer am I directing the way I behave as I did before I believed in Christ. Now Christ is directing how I behave. And whatever I do now while I live, I do it trusting in God's Son. He is the one who loved me and offered himself as a sacrifice for me. (DEIBLER)
~ FG