• Pdp. Marcos Tampubolon, SE
  • 24 Desember 2017
  • 2PM - Pk. 14:00 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

Don't Lose Christ In Christmas (Seri Khotbah God's Love)

Perayaan Natal berbicara tentang kasih Allah sepanjang masa. Seorang Raja dengan takhta yang besar di Surga turun dari surga hanya untuk memiliki hubungan dengan manusia.

Adalah merupakan suatu kehormatan yang besar bagi kita bahwa ada seorang Raja yaitu Yesus Kristus yang mau turun dari Surga hanya untuk kita.

Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah. Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu. Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya. Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka. Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia. Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya. Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: "Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau." Jawab-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?" Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka. Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. (Luk. 2:41-51)
Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah. (Luk. 2:41)

Tiap-tiap tahun berbicara tentang kebiasaan spiritual agamawi kita. Terkadang kita merasa kita sudah dekat dengan Tuhan, namun sebenarnya dalam perjalanan rohani kita Yesus tidak ada dalam kehidupan kita. Waktu kita terima Tuhan, kita mengatakan bahwa kita mau mengikut Tuhan. Namun secara tidak sadar dalam perjalanan hidup kita, kita mulai bergeser dan mulai menuntut agar Tuhan mengikuti kemauan kita.

Jangan mau menukar hadirat Tuhan dengan hal-hal yang ditawarkan dunia. Fokus kita di hari Natal adalah hadiratnya turun pada kita.

Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka. (Luk. 2:44)

Kita terbiasa dengan rutinitas agamawi, namun kita berpikir bahwa pasti ada Kristus didalamnya. Mungkin saja kita akan kehilangan Kristus.

Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! (Rat. 3:22-23)

Ingatlah bahwa cinta Tuhan bagi kita baru setiap pagi.

Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh! (1 Kor. 10:12)

Banyak dari kita menyangka bahwa kita tidak akan jatuh. Kalau kita terbiasa melakukan hal spiritual tanpa Kristus, itu adalah sesuatu yang berbahaya yang akan membuat kita jatuh. Waktu kita kehilangan fellowship dengan Tuhan, kita akan mengalami kehilangan relationship dengan Tuhan. Kita bisa kehilangan Kristus dalam kehidupan kita karena kita melihat sesuatu yang kita anggap lebih kita butuh kan daripada hadirat Tuhan. Jangan sampai kita kehilangan Kristus

Untuk kehilangan Tuhan, tidak harus dengan melakukan dosa yang besar. Hanya dengan melakukan hal-hal spiritual dan agamawi tanpa hadirat Tuhan, kita sudah kehilangan Tuhan.

Bagaimana cara kita agar kembali kepada Tuhan? Jumpailah Tuhan di tempat kita meninggalkan Tuhan. Berapa banyak dari kita yang mau mengembalikan Tuhan di tengah-tengah kita. Kembalilah kepada keadaan ketika kita kehilangan Yesus. Tunggulah dan duduk di hadirat Tuhan.

Natal mengingatkan agar kita berjumpa dengan Tuhan. Jangan kehilangan esensi dari natal itu sendiri yaitu Yesus Kristus.

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"