📌 Ringkasan sebelumnya : Markus 10
Orang-orang Farisi ingin mencari-cari kesalahan Yesus. Mereka mengikuti dan menanyakan pendapat-Nya tentang perceraian. Mereka sudah tahu bahwa Tuhan melarang perceraian. Tetapi mereka berusaha membenarkan diri dengan merujuk pada kisah Musa yang memberikan surat cerai. Yesus menegaskan kembali hukum pernikahan, larangan perceraian, dan pernikahan kembali sebagaimana yang tertulis dalam kitab Musa. Disini terlihat betapa orang-orang Farisi yang hafal Firman sudah melakukan beberapa kesalahan, yaitu mereka memiliki motivasi jahat terhadap Yesus dan mengubah larangan Tuhan karena kekerasan hati mereka. Orang seperti ini tidak layak masuk ke dalam kerajaan Surga.
Beda halnya dengan anak- anak kecil yang dengan tulus hati menyambut Tuhan dan Firman-Nya. Ternyata para murid Yesus belum mengerti hal ini sehingga mereka menghalang-halangi anak-anak kecil datang kepada Yesus. Mungkin para murid berpikir bahwa kehadiran anak-anak akan mengganggu pelayanan Yesus. Sebab pelayanan Tuhan hanya untuk orang dewasa. Sebaliknya, Yesus memarahi murid-murid dan menyambut anak-anak kecil karena bagi merekalah kerajaan Surga.
Tuhan tidak menilai orang berdasarkan kecerdasan dan penguasaan akan firman-Nya. Yang dilihat oleh-Nya adalah motivasi dan hati kita. Jangan sampai kita tekun melayani Tuhan, tetapi memiliki motivasi yang jahat terhadap sesama. Tuhan menginginkan ketulusan dan kepolosan hati untuk menyambut-Nya. Orang-orang seperti ini mau menerima Tuhan dengna motivasi yang murni. Sebab mereka mau diajar dan melakukan firman Tuhan. Karena itulah mereka layak memiliki kerajaan Surga.
📖 Pengantar Markus 11
Kesan istimewa dan megah mengiringi langkah Yesus masuk ke Yerusalem. Banyak orang menghamparkan pakaian dan ranting hijau di sepanjang jalan, layaknya karpet merah yang dibentangkan untuk menyambut seorang yang terhormat. Walau dengan menunggangi seekor keledai muda yang dipinjam para murid, kesan pujian pengagungan tetap begitu kuat bagi-Nya.