📌 Ringkasan sebelumnya : Lukas 8
Perempuan-perempuan yang bersama Yesus pada waktu itu adalah orang-orang yang telah mengalami kuasa Yesus. Respons mereka terhadap Yesus dinyatakan dengan melayani rombongan-Nya yang sedang berada dalam perjalanan pelayanan.
Lalu melalui perumpamaan seorang penabur, Yesus mengungkapkan bahwa respons orang terhadap firman-Nya tidaklah sama. Yang dimaksud adalah bagaimana orang memberi kesempatan kepada benih firman untuk bertumbuh dan berbuah dalam hidupnya. Akan terbukti kemudian bahwa dalam hati beberapa orang benih firman tidak pernah mendapat kesempatan untuk berkecambah. Di hati orang yang lain pertumbuhan benih firman terhalang karena mereka tidak dapat tabah serta mudah goyah oleh pencobaan. Ada juga hati orang yang dipenuhi kekuatiran atau kekayaan dan kenikmatan hidup. Akibatnya, benih firman Tuhan terhimpit padahal sebelumnya ada potensi untuk berbuah. Meskipun demikian, masih ada orang yang merespons firman Tuhan lalu menaatinya. Ia tekun, karena itu imannya bertumbuh dan menghasilkan buah.
Perkataan Yesus bagaikan pelita yang diletakkan di atas kaki dian. Tujuannya, untuk menyatakan kebenaran Allah, bukan untuk menyembunyikannya. Selain itu, terang juga menyatakan dosa. Karena kedua fungsi ini, tidak ada orang yang bisa bersikap netral. Entahkah menjadi taat dan semakin dekat dengan Tuhan atau menolak, dan itu berarti menipu diri sendiri. Namun jika kita mendengarkan firman dengan saksama dan menyelidikinya maka kita akan menerima lebih banyak. Jika kita mendengarkan secara dangkal, apa yang kita kira kita miliki malah akan diambil.
Yesus juga menjelaskan bahwa kunci relasi dengan Dia bukan didasarkan pada hubungan kekeluargaan atau hak istimewa lainnya, melainkan ketaatan pada firman Allah. Dalam hal ini, Yesus bukannya tidak mengakui ikatan keluarga atau kewajiban bagi keluarga. Namun hak istimewa untuk dekat dengan Yesus terbuka bagi setiap orang yang taat pada-Nya.
Selanjutnya, kisah pelayaran Yesus dengan murid-murid-Nya ke seberang danau akan menjadi kisah ketiadaan iman para murid. Taufan yang membuat perahu kemasukan air mengakibatkan para murid ketakutan. Yesus bangun dari tidur lalu menghardik angin dan air yang mengamuk itu. Dalam sekejap, angin dan air pun berhenti mengamuk. Tindakan menenangkan air dan angin yang dilakukan oleh Yesus mengejutkan para murid, bahkan lebih mengejutkan dibandingkan taufan itu sendiri. Yesus tidak mengkritik kemampuan para murid dalam berlayar di tengah taufan, tetapi Ia menegur mereka karena kurangnya iman. Itu berarti para murid tidak mengakui Dia sebagai Anak Allah dan Pencipta alam semesta ini.
📖 Pengantar Lukas 9
Tujuan Yesus datang ke dunia untuk memberitakan Kerajaan Allah. Tujuan ini jelas sehingga Ia mengutus kedua belas murid-Nya untuk memberitakan Kerajaan Allah. Untuk itu, Yesus memperlengkapi para murid dengan tenaga dan kuasa. Mereka bisa menggunakan perlengkapan itu untuk mengusir setan dan menyembuhkan banyak penyakit.