📌 Ringkasan sebelumnya : Markus 11
Kesan istimewa dan megah mengiringi langkah Yesus masuk ke Yerusalem. Banyak orang menghamparkan pakaian dan ranting hijau di sepanjang jalan, layaknya karpet merah yang dibentangkan untuk menyambut seorang yang terhormat. Walau dengan menunggangi seekor keledai muda yang dipinjam para murid, kesan pujian pengagungan tetap begitu kuat bagi-Nya.
Seruan "Hosana" bermakna permohonan keselamatan kepada Allah. Jadi, orang yang berseru "Hosana!" sebenarnya sedang memohon dengan penuh harapan untuk diselamatkan.
Nama Yesus telah menjadi sangat terkenal. Mukjizat demi mukjizat dilakukan-Nya sehingga menyadarkan banyak orang bahwa sesungguhnya Yesus adalah Anak Daud, Sang Mesias yang dinubuatkan.
Orang Yahudi sudah lelah dalam menjalani hidup di bawah tekanan penjajahan. Berulang kali mereka diperhamba oleh bangsa asing di negeri mereka sendiri. Di bawah raja-raja Asyur, Babel, Media Persia, Yunani, dan Romawi mereka menderita selama ratusan tahun. Karena itu, mereka berharap agar Yesus, Anak Daud, hadir untuk mendatangkan kemenangan dan kemakmuran bagi mereka.
Bukan kebetulan teks ini didahului dengan kisah tentang Bartimeus yang memohon kesembuhan dari Yesus. Ia disembuhkan dan akhirnya mengikut Yesus.
Dalam teks ini pun orang-orang memohon pertolongan dari Yesus, tetapi sayangnya, mereka meminta supaya hidup mereka tenteram dan makmur secara fisik. Mereka memuliakan Yesus sebagai mesias politik, bukan Juru Selamat.
Memohon pertolongan kepada Allah bukan hanya untuk hidup nyaman, melainkan hidup berkenan bagi Allah. Untuk menjadi pengikut-bukan hanya pengagum-kita perlu mengenal Yesus sesuai kehendak-Nya dan setia menuruti kebenaran firman-Nya. Bahkan tanpa mukjizat pun, di tengah tekanan, kita selalu mengikuti-Nya.
📖 Pengantar Markus 12
Para pemimpin Yahudi merasa diri berkuasa. Apalagi otoritas yang mereka pegang adalah otoritas religius, sehingga orang tidak berani macam-macam. Menghadapi Yesus, mereka bagai kebakaran jenggot. Bagaimana mungkin ada orang yang bukan kelompok mereka kemudian mencoba mengajarkan kebenaran-kebenaran Tuhan? Bagaimana mungkin seorang yang tidak punya wewenang atas Bait Allah, berani-beraninya mengacaubalaukan perdagangan di Bait Allah? Maka hanya satu hal yang mereka inginkan atas Yesus, yaitu menangkap Dia!