📌 Ringkasan sebelumnya : Lukas 10
Ketika Tuhan menunjuk tujuh puluh murid dan mengutus mereka pergi ke setiap kota dan tempat, Dialah yang memberitahukan dengan siapa mereka bekerja, bagaimana menghadapi situasi pelayanan dan karakter manusia yang beragam, serta bagaimana seharusnya bersikap ketika mengalami penerimaan atau penolakan. Tuhan tidak pernah salah memilih dan mengutus orang bekerja dalam kebun anggur-Nya.
Untuk memenuhi panggilan pelayanan, sudah seharusnya seseorang tidak dibebani dengan hal-hal materi, tidak memaksakan keinginan, melainkan hanya fokus pada tugas panggilannya. Seorang pelayan harus melayani sesuai kehendak Tuhan dan bertanggung jawab merespons panggilan karena panggilan itu menyatakan kuasa Allah melalui pertobatan dan pewartaan Kerajaan Allah.
Keberhasilan dalam tugas pengutusan yang Kristus berikan membawa sukacita tersendiri pada Kristus. Mengapa demikian? Karena para murid mampu menaklukkan setan-setan dalam nama Yesus. Di balik keberhasilan para murid, Tuhan Yesuslah yang menang. Kemenangan itu diungkap oleh Yesus "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit." Itu sebabnya para murid diingatkan untuk tidak membanggakan keberhasilan mereka, melainkan memuliakan Allah yang sudah memilih mereka sebagai milik-Nya, dan yang sekaligus memperlengkapi mereka untuk pelayanan tersebut.
Keberhasilan para murid juga membuktikan cara Allah Bapa berkarya lewat anak-Nya. Para murid yang Yesus pilih bukan orang-orang pintar atau cerdas di mata dunia. Mereka bahkan sebenarnya tidak di pandang sebelah mata. Namun, justru kehendak Bapalah dalam hikmat-Nya memilih mereka dan memakai mereka untuk mengalahkan musuh-Nya.
Sekali lagi Yesus mengingatkan para murid bahwa keberhasilan mereka merupakan anugerah. Tidak semua orang percaya mendapatkan kesempatan dan kehormatan untuk menjadi murid Kristus. Jelas, para nabi di Perjanjian Lama hanya bisa menubuatkan tentang Mesias. Demikian pula para raja keturunan Daud hanya bisa menerima janji Mesianik melalui dinasti Daud.
Bersukacitalah karena Tuhan telah memilihmu untuk melayani Dia. Itu suatu anugerah. Anugerah harus direspons dengan syukur dan bukan merasa diri hebat.
📖 Pengantar Lukas 11
Berdoa merupakan suatu langkah yang sederhana. Namun memiliki dampak yang besar. Sayangnya tidak sedikit orang Kristen yang mengabaikan hal ini. Sehingga banyak orang percaya yang pesimis terhadap doa, sehingga enggan berdoa.
Yesus merespons permintaan para murid agar diajarkan berdoa dengan memberikan doa yang kita kenal sebagai Doa Bapa Kami. Melaluinya, kita belajar unsur-unsur mendasar dari doa yang benar.