📌 Ringkasan sebelumnya : Mikha 3
TUHAN tidak menjawab seruan para pemimpin Israel, melainkan menyembunyikan wajah-Nya. Tindakan ini menunjukkan penolakkan dan ketidakpedulian Tuhan atas diri mereka.
Alasannya, mereka muak terhadap keadilan karena tidak membawa keuntungan pribadi. Segala yang lurus dibengkokkan oleh mereka. Mereka memerintah dengan menumpahkan darah dan kelaliman. Mereka memutuskan hukum karena suap. Para imam mengajar karena bayaran. Para nabi meramal karena uang. Mereka memiliki konsep yang salah tentang berelasi dengan TUHAN. Mereka menyembunyikan pelanggaran bahkan memfasilitasi perbuatan dosa. Karena kejahatan para pemimpin, Bait Suci dihancurkan dan dijadikan bukit yang berhutan. Keserakahan pemimpin menghancurkan dirinya sendiri.
TUHAN murka dan menghukum para pemimpin Israel. Kegelapan menjadi ciri khas ketidakbenaran yang mereka sukai. Mereka sengaja membiarkan diri lebur dalam kejahatannya. Berbeda dengan Mikha yang mengandalkan TUHAN, ia disertai oleh kuasa TUHAN. Itu sebabnya ia dengan berani memberitakan pelanggaran dan dosa bangsa Israel, termasuk dosa para pemimpin rohani maupun pemimpin negara. Mikha tidak takut, meski ia harus menghadapi bahaya itu sendirian. Ia sadar akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai nabi Allah.
📖 Pengantar Mikha 4
Di tengah kepedihan hidup sebagai rakyat dengan aparat pemerintahan dan pemimpin rohani yang bermental bobrok, Mikha menubuatkan penghiburan dari Tuhan: Mesias akan datang! Saat Mesias memerintah, tidak akan ada lagi perang. Pada saat itu, akan banyak orang yang datang ke Yerusalem untuk mempelajari jalan Tuhan melalui Israel.