📌 Ringkasan sebelumnya : Mikha 4
Di tengah kepedihan hidup sebagai rakyat dengan aparat pemerintahan dan pemimpin rohani yang bermental bobrok, Mikha menubuatkan penghiburan dari Tuhan: Mesias akan datang! Saat Mesias memerintah, tidak akan ada lagi perang. Pada saat itu, akan banyak orang yang datang ke Yerusalem untuk mempelajari jalan Tuhan melalui Israel. Israel akan menggenapi fungsinya sebagai kerajaan imam dengan menjadi perantara antara Allah dengan umat manusia.
Orang-orang nonYahudi akan mematuhi kehendak-Nya, tidak seperti orang-orang Yahudi pada zaman Mikha. Tuhan akan menjadi Hakim atas bangsa-bangsa besar. Sementara orang-orang Yahudi sezaman Mikha tidak bersedia mendengar Tuhan mengatur apa yang mereka boleh lakukan atau tidak. Pada masa itu, bangsa-bangsa akan menjadikan senjata mereka sebagai perlengkapan pertanian yang dapat menunjang kehidupan. Sebab mereka tidak akan terlibat dalam peperangan lagi. Kedamaian akan melanda dunia.
Bila dibandingkan dengan situasi sebelumnya, sulit dipercaya bila kondisi semacam itu akan terjadi. Sebab itu Mikha menyatakan bahwa semua itu dijanjikan oleh Allah, bukan dia. Di zaman Mikha, orang nonYahudi dan orang Yahudi sendiri menyembah banyak Allah, tetapi di masa itu mereka semua akan mengikuti Allah. Memerhatikan semua janji-janji itu, Mikha mendorong Israel memunculkan komitmen untuk berjalan di jalan Allah dan bukan yang lain
📖 Pengantar Mikha 5
Mikha mengungkapkan salah satu nubuat Perjanjian Lama tentang Juruselamat yang paling jelas dan mempunyai makna yang sangat dalam. Seorang Penguasa yang dijanjikan akan menyampaikan berkat Allah yang sudah lama dijanjikan kepada bangsa Israel. Siapakah Dia? Dia adalah Allah sendiri yang permulaannya sudah sejak purbakala. Ia lahir sebagai seorang manusia keturunan Daud di Bethlehem