📌 Ringkasan sebelumnya : Amos 8
Untuk menyatakan bahwa keputusan Allah sudah waktunya, Allah memberikan penglihatan keempat kepada Amos. Bakul berisi buah-buahan musim kemarau itu menggambarkan penghukuman yang meliputi seluruh aspek kehidupan umat, termasuk aspek keagamaan sudah tiba saatnya. Nyanyian sukacita bermuatan optimisme palsu dalam ibadah berubah menjadi ratapan. Tidak ada lagi kesukaan. Semuanya berubah menjadi perkabungan.
Allah melalui Amos, kembali merinci dosa-dosa Israel: [1] para petinggi bangsa dan elit-elit lainnya tidak lagi memikirkan keadilan, tidak berlaku jujur dalam berdagang, dsb; [2] menganggap bahwa kegiatan Hari Sabat dan perayaan-perayaan agama lainnya sangat menyita waktu mereka; [3] karena itu mereka merasa kehilangan kesempatan untuk meraih harta sebanyak- banyaknya. Tuhan akan mendatangkan hari-hari kelam dan gelap yaitu hari malapetaka. Pada saat itu umat akan bersusah-susah mencari Tuhan karena mereka tidak akan dapat mendengarkan Allah yang berfirman. Allah telah membelakangi mereka. Inilah tragedi yang paling mengerikan dalam kehidupan manusia.
📖 Pengantar Amos 9
Sejak awal perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir, Allah telah menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang cemburu. Ia tidak ingin umat pilihan-Nya menyembah ilah lain. Ini menjadi larangan yang sangat keras sehingga hukuman bagi yang melakukannya juga sangat tidak main-main. Namun, bangsa Israel justru berulang kali jatuh dalam penyembahan berhala, termasuk pada masa Amos.