📌 Ringkasan sebelumnya : Amos 9
Sejak awal perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir, Allah telah menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang cemburu. Ia tidak ingin umat pilihan-Nya menyembah ilah lain. Ini menjadi larangan yang sangat keras sehingga hukuman bagi yang melakukannya juga sangat tidak main-main. Namun, bangsa Israel justru berulang kali jatuh dalam penyembahan berhala, termasuk pada masa Amos.
Dalam penglihatan kelima ini dengan tegas dinyatakan bahwa tidak ada jalan sama sekali bagi umat yang sudah berdosa itu untuk luput dari hukuman Tuhan. Hukuman itu datang di tempat ibadah mereka di Betel, tempat mereka menyembah dewa-dewi Kanaan. Allah membenci perzinahan yang mereka lakukan dengan beribadah kepada ilah lain, karena perbuatan itu menduakan Allah, juga mengubah hal baik yang ada di dalam diri mereka.
Penyembahan berhala dan kejahatan mereka terhadap sesama membuat Allah akan membinasakan mereka semua, hingga tidak ada seorang pun dapat luput atau melarikan diri.
Allah yang tidak pernah kehabisan cara untuk mengasihi dan memberkati umat-Nya, kini ingin memusnahkan mereka, dan Dia pun tidak pernah kehilangan cara untuk melakukannya. Di bumi, di langit, di bawah bumi, di semua tempat mereka melarikan diri, di situ Allah menyatakan penghukuman.
📖 Pengantar Obaja 1
Keangkuhan penting diwaspadai! Bukan bangsa Edom semata yang pernah terjebak ke dalam keangkuhan hati. Setiap kita bisa terjebak di dalamnya; menertawakan kesusahan orang lain, menganggap diri lebih unggul, meremehkan upaya orang lain bahkan menyepelekannya, atau bertepuk tangan saat orang lain menderita. Obaja mengingatkan: Janganlah demikian