📌 Ringkasan sebelumnya : Zakharia 4
Zerubabel mendapat tugas untuk membangun Bait Allah dan umat-Nya. Mereka, yang kembali ke tanah perjanjian, bersusah payah untuk membangun kembali tanah leluhurnya dari reruntuhan. Namun, setelah sekian lama, mereka lupa tugas akan utamanya sebagai umat, yaitu beribadah. Akan tetapi, permasalahannya adalah Bait Allah telah lama runtuh. Lalu, di mana mereka harus beribadah?
Tuhan hendak memakai Zerubabel untuk menyadarkan umat Yehuda agar mulai membangun Bait Allah. Namun, orang-orang yang dihadapi Zerubabel bagaikan gunung batu besar. Oleh karena itu, tugas Zakharia adalah menyampaikan janji Allah kepada Zerubabel bahwa ia akan menyelesaikan tugas tersebut bukan karena kuat dan perkasanya, melainkan karena Allah. Dalam hal ini, Roh Allah akan meneguhkan setiap perkataan Zakharia kepada Zerubabel. Zerubabel dan Yosua adalah dua dahan pohon zaitun itu. Merekalah perintis pekerjaan Allah untuk membangun kembali Bait Allah di Yerusalem.
Allah memilih orang untuk membangun umat-Nya. Akan tetapi, bukan berarti rintangan segera sirna begitu saja. Gesekan, salah paham, dan berbagai masalah datang bak batu besar yang menghalangi pekerjaan Allah. Namun, kita tidak boleh mundur karena Allah, melalui Roh-Nya, akan selalu menguatkan. Inilah yang menjadi pegangan kita saat bekerja melayani Dia.
📖 Pengantar Zakharia 5
Penglihatan keenam menekankan sisi kehidupan moral umat. Ternyata umat yang kembali dari pembuangan belum dimurnikan secara moralitas. Paling sedikit, gulungan kitab itu memuat kutukan atas dua pelanggaran dari sepuluh perintah Allah, yaitu hukum kedelapan: jangan mencuri, dan hukum ketiga: jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan sembarangan, yaitu jangan bersumpah palsu. Keduanya mewakili dua pelanggaran dasar Taurat terhadap sesama dan terhadap Allah. Umat Tuhan sedang ada dibawah kutuk Taurat untuk pelanggaran kesepuluh hukum Allah yang merupakan standar moralitas Ilahi.