📌 Ringkasan sebelumnya : Zakharia 5
Zakharia, dalam penglihatan, menyaksikan kondisi orang Yehuda sepulang dari Babilonia. Mereka sudah cukup lama tinggal di Yerusalem. Namun, kehidupan mereka tidak berpusat kepada Allah karena Bait Allah belum dibangun kembali. Akibatnya, mereka tidak dapat beribadah, sehingga hidup mereka penuh dengan dosa.
Zakharia melihat sebuah gulungan kitab sepanjang dua puluh hasta dengan lebar sepuluh hasta. Dalam kitab itu tercatat dosa mereka, yaitu sumpah serapah dan sumpah palsu. Hukum Tuhan siap dinyatakan. Sumpah itu akan masuk ke rumah pencuri dan rumah mereka yang bersumpah palsu. Tuhan akan menghancurkan rumah mereka, baik kayu dan batu-batunya. Artinya, setiap yang melanggar hukum Tuhan tidak akan bisa menghindari konsekuensinya.
Allah membenci dosa dan mereka yang menyalahgunakan nama-Nya. Tuhan akan menghukum siapa saja yang merasa aman dengan dosa-dosanya. Allah sangat tegas kalau hukum-Nya dilanggar. Jika Allah tampak diam atas pelanggaran yang sembarangan menggunakan nama-Nya, itu hanya sementara. Tidak akan lama, Tuhan akan merasuk dan melumpuhkan si pelaku. Misalnya, Tuhan akan mengembalikan sumpah serapah yang terucap kembali kepada si pengucap.
📖 Pengantar Zakharia 6
Sederetan penglihatan yang dilihat Zakharia menyampaikan maksud Tuhan untuk memulihkan umat-Nya dari kehancuran karena hukuman dosa. Setiap penglihatan menyajikan aspek yang berbeda dari rencana Allah ini. Demikian juga dengan penglihatan yang terakhir ini.