📌 Ringkasan sebelumnya : Zakharia 6
Perikop ini adalah penglihatan Zakharia yang terakhir. Malaikat Tuhan menyingkapkan tentang kebesaran kuasa Allah yang dilukiskan oleh kereta yang ditarik kuda. Mereka keluar dari dua gunung tembaga sebagai simbol dari gerbang surga.
Kereta pertama ditarik oleh kuda merah, sementara kereta kedua ditarik oleh kuda hitam. Kereta ketiga oleh kuda putih dan kereta keempat oleh kuda berbelang-belang dan berloreng. Kereta yang ditarik kuda hitam menuju Tanah Utara. Kereta berkuda putih menuju arah barat. Kereta berkuda belang-belang ke Tanah Selatan. Sementara itu, kereta berkuda merah keluar dan tampak sangat gelisah untuk pergi. Akan tetapi, pada akhirnya, ia pergi juga menjelajah bumi.
Hanya kereta hitam menuju Tanah Utara (Sinear) yang diberi keterangan. Kuasa Allah pergi ke sana untuk menenteramkan Roh-Nya. Yehuda melihat kuasa Allah bekerja untuk memulangkan mereka kembali.
Kuasa Allah tidak hanya berpusat pada tanah Sinear. Kuasa-Nya bekerja di seluruh belahan dunia. Di kemudian hari, kuasa Allah di dalam Kristus memanggil seluruh manusia agar datang kepada-Nya. Kuasa ini menembus ruang, waktu, dan zaman.
Zakharia melihat kuasa Allah lewat penglihatan. Sedangkan kita masih bisa melihatnya melalui iman kepada Yesus. Kuasa-Nya sangat hebat, dahsyat, dan terus bekerja kapan dan di mana saja.
Jika kita menggantungkan hidup pada manusia, itu adalah tindakan bodoh. Seharusnya, kita bergantung pada kuasa Allah, yang kita kenal lewat Yesus Kristus.
📖 Pengantar Zakharia 7
Seperti telah ditegaskan melalui penglihatan-penglihatan yang dilihat Zakharia, pemulihan umat Tuhan adalah karya Allah, tetapi tanggung jawab umat adalah taat firman dan menguduskan diri. Ketidakseriusan umat menanggapi Tuhan berakibat kehidupan umat tak kunjung pulih.