Kitab Suci kita begitu spesial karena Alkitab tidak hanya mencatatkan keberhasilan, berkat, kesembuhan, mujizat atas kemustahilan, dan kebaikan orang-orang yang mengikut Tuhan, tetapi juga dengan jujur mengungkapkan kelemahan, pergumulan, bahkan kejatuhan mereka.
Ini menunjukkan bahwa kehidupan bersama Tuhan tidak selalu berarti hidup tanpa masalah, tidak ada kesukaran, atau selalu berada dalam keadaan nyaman, misalnya saja kita tahu yaitu Ayub.
Wahyu 22:18-21
Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini." Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus! Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.
Ayub 10:1, 18-22
Aku telah bosan hidup, aku hendak melampiaskan keluhanku, aku hendak berbicara dalam kepahitan jiwaku... Mengapa Engkau menyebabkan aku keluar dari kandungan? Lebih baik aku binasa, sebelum orang melihat aku! Maka aku seolah-olah tidak pernah ada; dari kandungan ibu aku langsung dibawa ke kubur. Bukankah hari-hari umurku hanya sedikit? Biarkanlah aku, supaya aku dapat bergembira sejenak, sebelum aku pergi, dan tidak kembali lagi, ke negeri yang gelap dan kelam pekat, ke negeri yang gelap gulita, tempat yang kelam pekat dan kacau balau, di mana cahaya terang serupa dengan kegelapan.
Ayub mengalami penderitaan yang luar biasa beratnya. Hidupnya hancur bukan karena kesalahannya, anak-anaknya meninggal, hartanya hilang, dan ia mengalami sakit yang berat, hingga merasa begitu putus asa, sampai mengutuki hari kelahirannya. Namun, pergumulannya tersebut tetap dicatat dalam Alkitab sebagai bagian dari perjalanan imannya.
Daniel juga tidak selalu berada dalam keadaan aman. Karena kesetiaannya kepada Tuhan, ia dilemparkan ke dalam gua singa. Sementara itu, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego harus menghadapi perapian yang sangat panas karena mereka memilih untuk tetap setia kepada Allah daripada menyembah sesuatu yang bertentangan dengan iman mereka.
Daud pun mengalami berbagai tekanan dan penolakan, ia menghadapi ancaman dari orang-orang di sekitarnya, konflik dengan keluarga, bahkan mengalami masa ketika ia merasa seolah-olah Tuhan jauh darinya. Ini menunjukkan, orang yang mengikut Tuhan bukan berarti terbebas dari pergumulan.
Mungkin kita pernah seperti itu semua.
Namun, justru melalui kisah-kisah tersebut, kita belajar iman bukan hanya tentang mengikuti Tuhan ketika keadaan baik-baik saja, tetapi tetap percaya kepada-Nya ketika keadaan tidak sesuai apa yang kita harapkan. Tuhan tidak menjanjikan kehidupan tanpa masalah, tetapi Dia mengajarkan kita untuk tetap berpegang kepada-Nya di tengah setiap proses dan penderitaan.
Matius 8:20
Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.
Matius 10:38
Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.
Tuhan juga tidak pernah menjanjikan perjalanan hidup kita akan selalu mulus. Ini perlu dipahami dengan benar oleh setiap pengikut Yesus. Agenda Tuhan tidak selalu berupa mujizat besar, seperti lima roti dan dua ikan, Lazarus dibangkitkan, atau orang buta melihat kembali.
Sering kali, karya Tuhan hadir melalui kehadiran-Nya dalam momen-momen sederhana memberikan kasih, damai sejahtera, kekuatan, dan pengharapan yang tetap hidup di tengah setiap keadaan.
Karena itu, kita belajar untuk tidak hanya mencari tangan Tuhan yang memberi mujizat, tetapi juga menghargai Dia yang hadir dan menyertai kita dalam setiap proses.
Yohanes 15:16
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
Sebagai orang Kristen, kita harus menjadi seperti pohon pisang yang terus bertumbuh, berbuah, bermanfaat, mampu beregenerasi, dan tidak bergantung musim. Demikian juga, hidup kita seharusnya menghasilkan buah yang dapat menjadi berkat bagi orang lain, dan terus membawa dampak bagi generasi-generasi berikutnya.
Jangan jadi orang Kristen yang musiman, yang hanya mengucap syukur ketika menerima berkat atau mengalami keadaan yang baik saja. Tetaplah bersyukur, setia, dan berbuah dalam setiap keadaan, sebab iman yang sejati tidak bergantung pada situasi, tetapi kepada Tuhan yang tetap baik dalam segala keadaan.
Keluaran 17:11
Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek.
Tahapan Agenda Tuhan
Dalam perjalanan mengikut Tuhan, kita dapat melewati berbagai tahap: keraguan, cobaan, hingga ketekunan. Sayangnya, banyak orang dapat tumbang ketika menghadapi tekanan dan kesulitan. Namun, mereka yang tetap bertahan sampai garis akhir, akan melihat bagaimana Tuhan menyatakan pertolongan dan pembelaan-Nya pada waktu-Nya.
Karena itu, dalam keadaan apa pun, tetaplah percaya bahwa Yesus memegang kendali atas hidup kita. Situasi boleh saja berubah, dan jalan yang kita tempuh tidak selalu mudah, namun Ia tetap berdaulat, serta menyertai kita dalam setiap proses yang ada.
Tiga Kunci Meraih Kemenangan Dalam Kehidupan:
1. Mau Berserah Total Kepada Tuhan.
Belajar menyerahkan seluruh keadaan kepada Tuhan, dan tetap mengangkat tangan kepada-Nya dalam doa. Jangan menyerah ketika menghadapi tekanan, karena Tuhan tetap yang memegang kendali. Jadi, jangan andalkan kekuatan diri, materi, maupun koneksi. Jika kita “turun tangan”, Tuhan akan “angkat tangan”; saat kita angkat tangan, Dia akan turun tangan.
2. Membersihkan Hati dan Pikiran Kita.
Yohanes 15:3
Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
Efesus 4:27
Dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.
Kita perlu menjaga hati dari kepahitan, kekhawatiran, dan pikiran negatif dengan terus memperbarui pikiran melalui firman Tuhan. Jika kita tidak kuat dalam firman Tuhan, kita akan “jebol”. Kita memang telah dibersihkan oleh firman-Nya, namun firman juga menegaskan agar kita tidak memberi kesempatan kepada Iblis. Jangan buka celah.
Artinya, sekalipun kita telah dibersihkan oleh firman, kita tetap harus berjaga-jaga dan menjaga hati serta pikiran. Jangan beri ruang bagi hal-hal yang dapat menjauhkan kita dari Tuhan atau membuka celah bagi pencobaan. Hidup dalam firman berarti bukan hanya mendengar dan mengetahui kebenaran, tetapi juga menjaganya dan menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Sangkallah diri, dan “pikul salib”.
3. Mengaktifkan Iman Kepada Yesus dan Mendeklarasikan Firman
Iman bukan hanya sesuatu yang kita miliki, tetapi mesti terwujud dalam tindakan. Kita bertindak berdasarkan dan memperkatakan firman Tuhan, tetap melangkah, dan berani menghadapi ketakutan dengan percaya penuh kepada-Nya.
Kemenangan bukan berarti tidak ada masalah, tetapi tetap berdiri teguh karena percaya bahwa Yesus memegang kendali, dan berkuasa. Jadi, walau ada goncangan maupun tantangan, kita akan menjadi pemenang. Jika terus-menerus khawatir, kita tidak akan beroleh kekuatan dalam kehidupan.
Bilangan 14:28
Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman TUHAN, bahwasanya seperti yang kamu katakan di hadapan-Ku, demikianlah akan Kulakukan kepadamu.
Ketika hasil yang kita terima tidak sesuai ekspektasi, kita perlu tetap percaya bahwa Tuhan mengetahui apa yang terbaik bagi kita. Mazmur berulang kali menegaskan: “Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya,” yang mengingatkan kita kebaikan Tuhan tidak bergantung pada keadaan yang sedang kita alami. Jadilah orang yang berguna selama masih hidup, sesuai potensi maupun kapasitas kita.
Karena itu, memikul salib dan menyangkal diri bukanlah tanda bahwa Tuhan meninggalkan kita, melainkan bagian dari proses pembentukan iman, karakter, dan sikap hati.
Matius 7:9-11
Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.
Melalui setiap proses serta pergumulan, Tuhan membentuk kita menjadi pribadi-pribadi yang semakin murni dan berkenan di hadapan-Nya, seperti emas yang dimurnikan melalui api. Setialah dalam apa pun yang menjadi agenda Tuhan bagi kita. Tuhan Yesus baik.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



