Kadang kita berpikir dan mengasosiasikan penyembahan kita hanya di hari Minggu selama sekitar satu sampai dua jam, tetapi padahal sebenarnya lebih daripada itu, sebab Tuhan yang kita sembah serta percayai itu layak menerima segala penyembahan kita setiap hari.
Apa yang kita mau pelajari hari ini adalah tentang fobia, yang memiliki arti rasa ketakutan yang berlebihan atas sesuatu ataupun seseorang.
Dalam keseharian pun, kita mungkin diperhadapkan oleh suatu hal sesuatu, ataupun potensi rasa takut akan hal yang buruk akan terjadi, sehingga hidup penuh dengan ketakutan, dan semestinya kita sebagai orang-orang Kristen atau orang yang percaya pada Yesus seharusnya tidak dikuasai oleh rasa ketakutan melainkan menjadi mampu mengatasi serta mengalahkan ketakutan.
Bilangan 13:1-3
TUHAN berfirman kepada Musa: "Suruhlah beberapa orang mengintai tanah Kanaan, yang akan Kuberikan kepada orang Israel; dari setiap suku nenek moyang mereka haruslah kausuruh seorang, semuanya pemimpin-pemimpin di antara mereka." Lalu Musa menyuruh mereka dari padang gurun Paran, sesuai dengan titah TUHAN; semua orang itu adalah kepala-kepala di antara orang Israel.
Bilangan 13:25-26
Sesudah lewat empat puluh hari pulanglah mereka dari pengintaian negeri itu, dan langsung datang kepada Musa, Harun dan segenap umat Israel di Kadesh, di padang gurun Paran. Mereka membawa pulang kabar kepada keduanya dan kepada segenap umat itu dan memperlihatkan kepada sekaliannya hasil negeri itu.
Bilangan 13:28-30
Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana. Orang Amalek diam di Tanah Negeb, orang Het, orang Yebus dan orang Amori diam di pegunungan, orang Kanaan diam sepanjang laut dan sepanjang tepi sungai Yordan." Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: "Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!"
Dalam kisah di atas ini, orang-orang Israel yang melihat dan mengalami sendiri mujizat dari Tuhan, tetapi ada pesan juga dari Tuhan melalui cerita ini yang membuat kita belajar bahwa janganlah melihat dari kacamata ketakutan, jangan sampai apa yang ada di depan mata kita membuat kita menjadi ketakutan sampai-sampai itu semua menguasai hidup serta hati maupun pikiran dan jiwa kita.
1. Ketakutan selalu memperbesar masalah daripada fakta yang sesungguhnya.
Apa yang ada di pikiran kadang dapat memberi rasa ketakutan dan menghantui kita sehingga membuat hidup sehari-hari terasa semakin berat. Padahal, sering kali rasa takut menciptakan ilusi bahwa masalah lebih besar daripada yang sebenarnya, maka itu jagalah pintu mata maupun telinga kita.
2. Ketakutan itu menular.
Rasa takut yang terus-menerus itu membelenggu, padahal sedikit lagi saja mungkin kita bisa masuk ke dalam sebuah perjanjian, atau menggapai sebuah impian dan cita-cita. Kabar busuk, kabar negatif yang keluar dari mulut orang yang ketakutan itu menular, maka itu jagalah pintu telinga kita. Jangan mendengarkan “nasihat-nasihat” yang salah ataupun dari orang yang jahat atau fasik.
3. Ketakutan menghancurkan impian hidup.
Ketakutan bisa merenggut, mengambil, merampas sehingga kita tidak bisa bertumbuh sesuai rencana yang Tuhan berikan bagi kita. Jangan pernah biarkan ketakutan ataupun kabar buruk menghancurkan impian kita. Kita pun diberkati oleh Tuhan bukan untuk memperkaya diri sendiri, tetapi lebih daripada itu, yaitu untuk menjadi berkat.
Dari banyak orang yang mengalami ketakutan, jagalah baik-baik impian yang Tuhan taruh di hatimu, kita menjadi orang yang besar hingga nama Tuhan saja yang dimuliakan melalui serta atas hidup setiap kita.
Lawan dari rasa takut itu bukan sekadar menjadi berani ataupun nekad, melainkan percaya.
Hari ini, kita juga diingatkan oleh pesan Tuhan bahwa janganlah percaya ataupun merasa takut terhadap pada takhayul seperti ramalan bintang atau zodiak, kartu tarot, dan sejenisnya. Melainkan, percayalah pada potensi yang Tuhan berikan atas hidup kita.
Yehezkiel 13:20
Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Aku akan menentang tali-tali azimatmu, dengan mana kamu menangkap jiwa orang dan Aku akan mengoyakkannya dari tanganmu dan melepaskan seperti burung-burung, orang-orang yang kamu tangkap.
Kita hidup dari iman, tidak menaruh percaya pada apa yang kita miliki, dan jangan jadikan berkat Tuhan itu sebagai tumpuan hidup kita semata-mata, dan jangan menaruh kepercayaan kepada diri kita sendiri.
Yeremia 17:5
Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!”
Yesus pun pernah memngalami rasa takut, tetapi Dia tidak menyangkalinya dan Dia tidak kabur, tapi ada satu kunci yang menjadi jangkar, yaitu ketaatan pada kehendak Allah Bapa: ”Tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."
Takut tapi tetap setia, Yesus mengalami ketakutan tapi harus Dia jalani guna menebus dosa dan kesalahan kita manusia, dan Ia mengalahkan maut. Jadi, apa pun yang terjadi, pasti ada pengharapan yang pasti di dalam Yesus Kristus, Tuhan dan Allah kita yang hidup.
Yesaya 41:10
Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.
Penyertaan Dia itu sempurna di dalam hidup setiap kita.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



