
Amsal 27:6, "Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah."
Seorang sahabat memukul dengan tujuan baik, tetapi seorang musuh memeluk dengan maksud tersembunyi. (TSI)
Engkau dapat mempercayai perkataan temanmu walaupun kadang-kadang menyakitkan, tetapi musuhmu mau menyakitimu, bahkan ketika mereka bertindak baik. (VMD)
Dalam konteks budaya Alkitab pada waktu itu, cium kudus adalah tanda persahabatan (2 Kor. 13:12, 1 Tes. 5:26, 1 Pet. 5:14, dan lainnya), namun Amsal mengingatkan tentang lawan yang mencium dengan berlimpah limpah. Sebab, biasanya orang yang terlalu ramah ingin sesuatu dari kita, atau memiliki motif tertentu, walaupun tidak semuanya seperti itu.
Pesan ayat firman Tuhan hari ini di atas menggambarkan seseorang yang menggunakan kata-kata manis atau pujian berlebihan, dengan keramahan palsu hanya untuk mengelabui dengan tujuan pribadi. Ingat ketika Yudas mencium Yesus? Fokus mereka bukanlah membangun relasi, ataupun menyatakan kasih dan kepedulian, melainkan untuk mendapatkan keuntungan pribadi, baik uang, posisi, pengaruh, atau apa pun itu.
Karena itu, kita perlu minta perlindungan dan pertolongan Tuhan supaya jauh dari hal seperti itu.
Roma 12:9, "Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik."
Love from the center of who you are; don't fake it. Run for dear life from evil; hold on for dear life to good. (MSG)
The way you must love people is to love them sincerely! Hate what is evil! Continue to eagerly do what God considers to be good! (DEIBLER)
Hati-hati, hari-hari ini banyak kasih yang manipulatif, bersikap ramah hanya ketika membutuhkan sesuatu, melewati batasan yang wajar untuk menciptakan rasa utang budi, dan tak jarang memanipulasi emosi.
Kita diingatkan hari ini akan pentingnya hikmat, tetap dalam tuntunan Tuhan, karena kita memang harus ramah kepada semua orang, untuk menunjukkan kasih Kristus tanpa prasangka, namun kita memerlukan hikmat untuk membedakan ketulusan dan kepura-puraan, keramahan yang berlebihan. Sebab, jika kita tidak waspada, maka akan terkecoh.
Selain itu, mintalah kekuatan dari Tuhan untuk menjadi orang yang ramah karena kasih Kristus, bukan karena agenda-agenda tersembunyi.
Efesus 4:32, "Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu."
Sebaliknya, hendaklah Saudara bersifat ramah-tamah, berhati lembut, dan saling memaafkan, sama seperti Allah telah mengampuni Saudara, karena Saudara milik Kristus. (FAYH)
And become useful and helpful and kind to one another, tenderhearted (compassionate, understanding, loving-hearted), forgiving one another [readily and freely], as God in Christ forgave you. (AMP)
~ IHT