
2 Korintus 5:7, "Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat."
Sebab, hidup kami di dunia ini bergantung pada iman kami kepada Kristus, bukan pada apa yang dapat kami lihat di dunia ini. (BSD)
For we walk by faith [we regulate our lives and conduct ourselves by our conviction or belief respecting man's relationship to God and divine things, with trust and holy fervor; thus we walk] not by sight or appearance. (AMP)
Iman yang dewasa tidak haus akan pembuktian dari diri sendiri terhadap orang lain, dari Tuhan terhadap diri kita, maupun keadaan yang harus berubah sesuai keinginan kita.
Seseorang yang beriman akan tenang dalam keyakinannya. Dengan kata lain, benar-benar menaruh rasa percayanya kepada Allah, bersandar penuh kepada-Nya.
Seorang yang beriman kepada Tuhan tidak akan serta-merta tergesa-gesa mencari tanda bahwa apa yang terjadi haruslah serta selalu pasti dari Allah. Melainkan, mau untuk menanti-nantikan Dia, tetap berharap hanya pada-Nya, dan menyesuaikan diri dengan firman-Nya.
Jika kita tetap beriman kepada Tuhan Yesus, kita percaya bahwa Dia setia, bahkan walau kita belum melihat ada bukti bahwa keadaan kita akan berubah, masalah kita akan selesai, ataupun pergumulan kita akan berakhir.
"Nothing to lose, nothing to prove, nothing to hide." (John C. Maxwell)
~ Yuliana Sondakh