
Masih terkait sedikit pemain sepak bola dunia. Atlet Lamine Yamal pernah berkata bahwa ia tidak pernah merasa terbebani oleh pertandingan sepak bola. Menurutnya, tekanan yang sesungguhnya adalah apa yang pernah dialami ayahnya. Ketika ibunya baru berusia enam belas tahun dan ayahnya masih sangat muda, mereka harus berjuang keras hanya untuk menyediakan makanan bagi keluarga. Jadi, katanya, ia hanya perlu fokus bermain sepak bola.
Kalimat itu mengingatkan saya pada sebuah kebenaran rohani yang sering terlupakan. Banyak dari kita menjalani hidup seperti Atlas, seolah-olah seluruh dunia bergantung pada pundak kita. Kita merasa harus mengendalikan semuanya--masa depan, pekerjaan, keluarga, pelayanan, bahkan hasil dari setiap usaha kita. Akibatnya, mungkin kita menjadi mudah lelah, cemas, dan bahkan kehilangan sukacita.
Padahal, Tuhan tidak ingin kita menanggung beban sebesar itu.
1 Petrus 5:7, "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu."
Serahkanlah kepada Allah semua masalah yang membuatmu kuatir, karena Dia peduli padamu. (TSI)
Casting the whole of your care [all your anxieties, all your worries, all your concerns, once and for all] on Him, for He cares for you affectionately and cares about you watchfully. (AMP)
Walau memang Tuhan tidak berkata bahwa hidup akan menjadi mudah, ataupun tidak perlu bekerja keras, namun Ia mengundang kita untuk menanggalkan beban yang memang bukan bagian kita.
Tuhanlah yang memegang masa depan. Dialah yang mengatur waktu. Bagian kita ialah hanya tetap setia, bertumbuh, mengasihi, melayani, dan mengerjakan dengan segenap hati apa saja yang masih Ia percayakan kepada kita hari ini.
Mazmur 127:1-2, "Berkat TUHAN pangkal selamat -- Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur."
Mungkin inilah salah satu rahasia sukacita dalam mengikut Kristus. Kita tetap memberikan yang terbaik, belajar dengan sungguh-sungguh, bekerja dengan integritas, melayani dengan sepenuh hati, tetapi kita tidak hidup seolah-olah segala sesuatu di dalam hidup dan dunia ini bergantung pada kita. Sebab, ada Pribadi yang jauh lebih kuat yang sedang memegang seluruh kehidupan kita.
~ JP