
Mazmur 119:18 (TB2), "Bukalah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu."
Take the veil from my eyes, that I may see the wonders to be found in your law. (REB)
Open my eyes so I can see what you show me of your miracle-wonders. (MSG)
Pernahkah kita membuka, membaca Alkitab dan bertanya, "Tuhan, sebenarnya Engkau mau mengatakan apa?"
Bukan karena ayatnya sulit dimengerti. Justru kadang ayatnya sangat jelas. Namun, ada perbedaan antara memahami kata-kata Tuhan dan memahami hati Tuhan.
Seorang anak bisa mendengar perkataan ayahnya, tetapi belum tentu mengerti (dengan hati) maksud sang ayah, apalagi memahami (dengan pikiran dan hati) serta melakukannya. Demikian pula dengan kita. Kita bisa membaca Alkitab setiap hari, mengumpulkan pengetahuan rohani, mengetahui banyak ayat, bahkan menghapalnya. Namun belum tentu kita sungguh memahami apa yang ada di hati Tuhan.
Sebuah kalimat sederhana sempat mengusik saya: "Ask God for a heart to understand God's Word and God's intention." Mintalah kepada Tuhan untuk hati yang mampu memahami firman-Nya serta maksud hati-Nya.
Saya menyadari sering kali saya datang ke firman dengan pendekatan yang salah. Saya ingin jawaban. Saya ingin penjelasan. Segera dan saat itu juga. Padahal, Tuhan mungkin lebih dahulu ingin menunjukkan siapa diri-Nya. Karena tujuan utama Alkitab bukan membuat kita menjadi lebih pintar. Tujuan utamanya ialah membuat kita semakin mengenal Dia.
Yohanes 5:39 (TSI), "Kamu masing-masing senang belajar Kitab Suci, sebab kamu berpikir bahwa dengan berbuat begitu kamu akan mendapat hidup yang kekal. Nah, justru Kitab Suci itulah yang memberi kesaksian yang sangat kuat tentang Aku!"
Kalian mempelajari Kitab Suci karena kalian pikir dengan demikian kalian akan mengetahui bagaimana caranya kalian dapat mempunyai hidup yang sejati dan kekal. Dan justru di dalam Kitab Suci itu sendiri tertulis mengenai siapa Aku sebenarnya. (BSD)
You have your heads in your Bibles constantly because you think you'll find eternal life there. But you miss the forest for the trees. These Scriptures are all about me! (MSG)
Orang-orang Farisi mengetahui Kitab Suci lebih baik daripada kebanyakan orang. Mereka mengetahui hukum, nubuat, dan tradisi. Tetapi ketika Mesias berdiri tepat di depan mereka, mereka tidak mengenali-Nya. Mereka memahami teks. Tetapi gagal memahami hati Tuhan.
Mereka mengetahui firman. Tetapi tidak mengenal Sang Firman.
Karena memahami firman bukan hanya pekerjaan pikiran, namun pekerjaan Roh Kudus. Kita membutuhkan hati yang lembut, hati yang mau diajar, dan hati yang bersedia diubahkan. Dan sering kali masalah terbesar kita bukan kurangnya pengetahuan tentang Tuhan atau firman. Masalahnya ialah kita ingin Tuhan menjelaskan kehendak-Nya tanpa terlebih dahulu menyerahkan kehendak kita.
Kita ingin mengerti, tetapi belum tentu mau taat. Padahal banyak hal tentang Tuhan baru menjadi jelas setelah kita melangkah dalam ketaatan. Milikilah hati yang berserah, sebab mungkin di situlah pengertian sejati dimulai.
Jadi, mungkin doa terbaik yang bisa kita panjatkan sebelum membuka Alkitab bukan: "Tuhan, bantu aku memahami ayat ini." Melainkan, "Tuhan, tunjukkan hati-Mu, dan berikan aku hati yang mau menerima apa yang Engkau kehendaki, dan menemukan Engkau."
Yesaya 55:11 (VMD), "Dengan cara yang sama, firman-Ku keluar dari mulut-Ku, dan tidak kembali sampai membuat sesuatu terjadi. Firman-Ku membuat sesuatu terjadi yang Kukehendaki. Firman-Ku berhasil melakukan yang Kusuruh untuk dilakukannya."
So shall My word be that goes forth out of My mouth: it shall not return to Me void [without producing any effect, useless], but it shall accomplish that which I please and purpose, and it shall prosper in the thing for which I sent it. (AMP)
~ JP