
Matius 16:15 (TB2), "Lalu Ia bertanya kepada mereka: 'Menurut kamu, siapakah Aku ini?'"
Yesus bertanya lagi kepada mereka, "Kalau menurut kalian, siapakah Aku?" (OKKH)
He pressed them, "And how about you? Who do you say I am?" (MSG)
Andaikata Yesus datang ke gereja kita hari ini, apakah Dia akan sesuai dengan bayangan kita, apa yang kita ekspektasikan tentang Dia? Ataukah justru kita akan menjadi kecewa?
Belakangan ini, saya sempat melihat sebuah gambar yang membandingkan berbagai gambaran tentang Yesus. Ada yang membayangkan-Nya begini, ada yang menggambarkan-Nya begitu.
Menariknya, saya sadar bahwa kecenderungan ini bukan hanya soal lukisan atau warna kulit Yesus. Jauh lebih dalam daripada itu. Kita semua, tanpa sadar, sering menciptakan Yesus yang sesuai dengan harapan kita sendiri.
Kita ingin Yesus yang selalu berkata, "Ya," pada setiap doa-doa kita. Padahal, jika demikian, mungkin kita justru malah akan menyombongkan diri ataupun membuat kita menjadi pemalas. Padahal, Yesus jarang memenuhi ekspektasi manusia. Sebab Dia adalah Tuhan, dan kita bukan.
Orang banyak mengharapkan Mesias yang akan mengusir penjajah Romawi. Yesus datang mengusung salib. Orang Farisi menginginkan Mesias yang mengangkat status mereka. Yesus justru makan bersama pemungut cukai dan orang-orang yang berdosa (mungkin Ia sedang merindukan juga untuk makan malam dengan kita).
Bahkan Petrus, pernah menolak ketika Yesus berbicara tentang penderitaan dan kematian. Petrus mengasihi Yesus, tetapi ia masih ingin Yesus sesuai dengan versinya sendiri.
Bukankah kita pun mungkin sering demikian?
Kita sering mencari pembenaran diri bagi apa yang sudah kita yakini. Kita lebih suka mengemukakan pendapat pribadi daripada membiarkan firman mengubah cara berpikir kita. Pertanyaan-Nya, tetap sama seperti dua ribu tahun yang lalu: "Menurut kamu, siapakah Aku ini" (Matius 16:15, TB2)?
Ia bertanya kepada setiap hati, secara pribadi.
Mungkin pertanyaan terbesar dalam hidup bukanlah sekadar apakah kita percaya kepada Yesus. Melainkan, apakah sesungguhnya kita ini percaya kepada Yesus yang dinyatakan Alkitab, atau kepada "Yesus" yang kita bentuk menurut keinginan kita sendiri?
Iman yang sejati membiarkan Kristus membentuk hidup kita agar semakin serupa dengan-Nya. Kita tidak dipanggil menciptakan Yesus menurut gambar kita. Kitalah yang dipanggil dibentuk menurut gambar Kristus.
"No one who meets Jesus ever stays the same." (Philip Yancey, The Jesus I Never Knew)
~ JP