
Apa pun yang kita peroleh sampai hari ini, itu semua bukan karena kekuatan kita sendiri, melainkan karena kasih karunia Tuhan. Jadi, janganlah menyombongkan diri.
Ulangan 8:17-18, "Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini."
1 Tawarikh 29:12, Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya."
Kekayaan ataupun materi kita bisa saja lenyap dalam sekejap, sebab itu apabila kita masih bisa menikmati apa yang masih ada pada kita, bersyukurlah.
Ada kekayaan yang sejati yang sesungguhnya Tuhan anugerahkan dalam hidup kita, daripada segala harta kekayaan secara duniawi. Apa saja kekayaan yang sejati yang kita terima dari Tuhan, yang jauh lebih baik ketimbang segala kekayaan yang duniawi? Pdt. Johan Lumoindong membagikan lima hal:
1 Petrus 2:5, "Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah."
Kekayaan rohani kita yang sesungguhnya serta yang tertinggi ialah Tuhan Yesus sendiri bagi kita.
Yakobus 1:21-22, "Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu. Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri."
Kekayaan jiwani bagi kita ialah firman Tuhan yang mampu menasihati kita, maka jiwa kita akan menjadi tenang. Kuasailah diri kita dengan firman Allah yang hidup itu. Dan ingat, Tuhan Yesus adalah Firman yang hidup.
3 Yohanes 1:2, "Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja."
Percuma apabila seseorang kaya raya namun kesehatannya sangat tidak baik. Karena itu, bersyukurlah apabila kita masih dapat bernapas dengan baik, serta punya kesehatan yang baik.
Mazmur 133:1, "Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!"
Bersyukurlah memiliki kekayaan berupa kerukunan dalam semua keluarga kita. Jadilah pembawa damai di dalam keluarga. Baik-baiklah terhadap setiap anggota keluarga.
2 Korintus 1:12, "Inilah yang kami megahkan, yaitu bahwa suara hati kami memberi kesaksian kepada kami, bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah."
Jika ingin memiliki kekayaan yang sejati selama masih hidup di bumi ini, jagalah juga relasi maupun koneksi yang baik dengan orang lain.
~ FG