
Masih dalam nuansa peringatan hari ulang tahun kemerdekaan RI, bersyukur untuk kemerdekaan yang kita terima dari Tuhan karena kita telah merdeka dari penjajahan dosa.
Jika kita begitu menghargai jasa, perjuangan, serta pengorbanan para pahlawan yang rela mempertaruhkan nyawa mereka demi kemenangan dari penjajahan musuh, seharusnya lebih lagi kita terhadap pengorbanan Tuhan Yesus yang rela menderita dan mati untuk memerdekakan kita dari penjajahan dosa.
Pdt. Johan Lumoindong membagikan arti kemerdekaan yang sejati bagi orang-orang yang menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan yang percaya kepada-Nya:
Galatia 5:1, "Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan."
Pertanyaannya, apakah kita sudah sungguh-sungguh merdeka, ataukah masih punya tabiat-tabiat dosa manusia lama yang mestinya sudah kita tinggalkan jauh-jauh? Jika ya, artinya kita masih dalam kuk manusia lama.
Galatia 5:13, "Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih."
Jika kita saja mesti mengisi kemerdekaan yang kita miliki di negara ini yang merupakan hasil dari perjuangan para pahlawan yang mendahului kita, hendaknya kita mengisi kemerdekaan yang Tuhan berikan kepada kita untuk melakukan hal-hal yang baik, menjadi teladan, dan menyenangkan hati-Nya.
1 Petrus 2:16, "Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah."
Bersyukur karena kita menjadi hamba-hamba-Nya yang dipercayakan dan diberikan segala sesuatu yang baik seperti kesempatan, waktu, talenta, pelayanan, dan hal-hal lainnya dalam hidup ini untuk kita kerjakan sesuai kehendak-Nya.
~ FG