
Pengkhotbah 3:1, "Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya."
Segala hal di dunia ini berlangsung dalam waktu yang sudah ditentukan, dan untuk setiap hal ada saat yang tepat. (TSI)
Waktu terus berjalan, usia terus bertambah --ataukah tepatnya berkurang-- dan zaman masih akan berganti.
Tidak ada yang kekal di bawah kolong langit ini, karena itu saat kita sedang merasa berada di "atas angin" atau merasa lebih daripada orang lain, janganlah lupa daratan, atau ibarat kacang lupa kulitnya, dan terutama lupa akan sang Pencipta kita.
Namun sebaliknya juga benar, saat kita mungkin sedang di bawah sekarang ini ataupun lembah kehidupan dan pergumulan, janganlah sampai terus-menerus terpuruk, karena pergumulan kita pun pasti ada batas waktunya.
2 Korintus 4:17 (TSI), "Karena semua kesusahan yang kami alami sekarang hanyalah sementara dan sebenarnya boleh dianggap ringan. Justru kesusahan itu sedang menghasilkan kemuliaan surgawi yang kekal bagi kami, kemuliaan yang tiada bandingannya! Maka dari itu, semua penganiayaan dan penderitaan yang kami alami tidak perlu dipikirkan lagi!"
Kesusahan yang kami alami sekarang ini tidaklah seberapa dan hanya untuk sementara. Tetapi, karena kami sudah mengalami kesusahan itu, kami akan mendapatkan kebahagiaan besar untuk selama-lamanya. Kebahagiaan kami itu jauh lebih besar dari kesusahan yang telah kami alami. (BSD)
Lagipula, kesulitan dan penderitaan kami tidaklah seberapa dan tidak akan berlangsung lama. Masa sulit yang pendek ini akan berakhir dengan berkat Allah yang melimpah ke atas kami untuk selama-lamanya. (FAYH)
For our light, momentary affliction (this slight distress of the passing hour) is ever more and more abundantly preparing and producing {and} achieving for us an everlasting weight of glory [beyond all measure, excessively surpassing all comparisons and all calculations, a vast and transcendent glory and blessedness never to cease!]. (AMP)
Karena itu, ingatlah selalu akan Tuhan --kebaikan-kebaikan-Nya, pertolongan-Nya, kesetiaan-Nya-- dan ingatlah selalu akan kefanaan kita, maka kita tidak akan menjadi lupa diri, lupa daratan.
~ Yuliana Sondakh