
1 Yohanes 2:6 (TSI), "Jadi, kalau kita mengaku bahwa kita sudah bersatu dengan Allah, hendaklah kita menaati Dia sepenuhnya, sama seperti Yesus taat kepada Bapa semasa hidup-Nya di dunia."
Whoever says he abides in Him ought [as a personal debt] to walk and conduct himself in the same way in which He walked and conducted Himself. (AMP)
Anyone who claims to be intimate with God ought to live the same kind of life Jesus lived. (MSG)
Pada pertemuan dan menara doa para pengerja serta pelayan jemaat beberapa waktu yang lalu, Pdt. Niko Njotorahardjo mengingatkan kita untuk wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup, sesuai firman Tuhan juga pada hari ini bagi kita.
Yohanes, murid yang dikasihi-Nya itu, mengingatkan jika kita mengaku berada di dalam Kristus, ada konsekuensi yang melekat pada pengakuan itu, yaitu kita wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.
Pertanyaannya, apakah hidup kita sehari-hari sudah benar-benar mencerminkan teladan Kristus?
Apakah kita lebih sering menuntut untuk dilayani, atau justru mencari kesempatan untuk melayani? Hidup seperti Kristus berarti mengesampingkan ego dan status, lalu memilih untuk melayani sesama.
Jika mengaku berada di dalam Kristus, maka kasih dan belas kasihan seharusnya mengalir dari hidup kita kepada sesama, bahkan kepada musuh sekalipun.
Selain itu, apakah hidup kita sudah untuk memuliakan Allah, dan bukannya diri sendiri? Salah satu godaan terbesar orang percaya adalah kesombongan rohani, yaitu melakukan hal-hal yang baik, tetapi dengan motivasi untuk dipuji, dilihat, atau dihormati saja. Padahal, semuanya itu hendaknya ditujukan untuk kemuliaan bagi nama Tuhan Yesus, bukan meninggikan diri sendiri.
Akhirnya, sudah sepantasnya kita sebagai milik Kristus, meneladani Dia dalam setiap aspek di hidup kita.
~ YS