
Apakah artinya berkat Tuhan yang menjadikan kaya, susah payah tidak menambahinya?
Sebelum kita masuk sedikit lebih dalam, catatan Full Life menegaskan, terlalu sering kekayaan materi dalam dunia ini diperoleh melalui kejahatan dan keserakahan sehingga dengan demikian tidak berasal dari Allah. Kekayaan sejati terdiri atas berkat dari Tuhan. Apakah kita miskin atau kaya, kehadiran dan perkenan Tuhan adalah kekayaan terbesar kita.
Bukankah itu penjelasan yang luar biasa sekali?
Kekayaan sejati terdiri atas berkat dari Tuhan. Kehadiran dan perkenan Tuhan adalah kekayaan terbesar kita.
Sering kali kita juga mengukur kekayaan hanya dari materi, padahal berkat dari Tuhanlah—apa pun bentuknya itu—itulah kekayaan kita yang sejati. Damai sejahtera. Sukacita. Hubungan yang baik-baik saja dengan keluarga. Penjagaan dan perlindungan dari Tuhan. Kasih karunia dan kemurahan yang ditunjukan oleh orang-orang kepada kita. Dan masih banyak lagi. Bahkan mungkin tak terhitung banyaknya sesungguhnya karena tidak kita sadari.
Bukan berarti memang kita menghilangkan bagian atau peran kita untuk bergerak, bertindak, serta berusaha. Ataupun bukan berarti tidak boleh untuk memperoleh berkat jasmani, sebab kita pun bisa menggunakannya untuk banyak hal baik. Melainkan, jangan jadikan pengandalan maupun pencapaian diri sendiri semata-mata serta harta sebagai ukuran sejati untuk kebahagiaan maupun takaran kekayaan.
Amsal 10:22 (VMD), "Berkat TUHAN membuat engkau sejahtera dan tidak mendatangkan kesulitan."
Berkat TUHAN adalah kekayaan kita yang sesungguhnya, yang tidak disertai dukacita. (FAYH)
GOD's blessing makes life rich; nothing we do can improve on God. (MSG)
When the LORD blesses you with riches, you have nothing to regret. (CEV)
Amsal 23:4 (TSI), "Jangan bekerja mati-matian demi mendapat kekayaan. Bekerjalah dengan bijak, yakni tahu kapan engkau harus berhenti."
Jangan berpayah-payah mencari kekayaan. Mengapa membuang-buang waktu? Karena kekayaan dapat lenyap seolah-olah memiliki sayap. (FAYH)
Don't weary yourself trying to get rich. Why waste your time? (NLT)
Jika kita "menghalalkan segala cara" demi materi, akan menemukan kehidupan yang penuh masalah, lalu frustrasi pada ujungnya, dan gagal menikmati berkat Tuhan. Sebab, apabila Tuhan memberkati kita, Ia sendiri yang akan menolong kita supaya menghindari semua "jebakan" serta kesulitan yang dapat menghalangi kita untuk menikmati kebaikan-Nya.
Jadi, mari belajar menjadikan Tuhan sebagai Pusat dan Harta yang paling berharga dalam hidup kita, sadar bahwa segala sesuatu yang kita miliki berasal dari Dia dan merupakan milik-Nya. Ia mempercayakan kepada kita banyak hal supaya menjadi pengelola yang baik, bermurah hati, dan menjadi berkat juga bagi orang lain.
1 Timotius 6:17 (TSI), "Nasihatilah orang-orang kaya supaya mereka tidak sombong dan jangan berharap pada harta duniawi yang tidak tetap, tetapi hanya berharap kepada Allah yang hidup. Karena dengan segala kekayaan-Nya, Allah bermurah hati menyediakan segala keperluan kita agar kita menikmati berkat-Nya itu."
Katakanlah kepada yang kaya supaya mereka jangan sombong dan jangan menggantungkan diri kepada uang yang akan segera lenyap, melainkan kebanggaan dan kepercayaan mereka hendaknya di dalam Allah yang hidup, yang dengan limpahnya selalu memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. (FAYH)
Tell those rich in this world's wealth to quit being so full of themselves and so obsessed with money, which is here today and gone tomorrow. Tell them to go after God, who piles on all the riches we could ever manage--. (MSG)
~ FG