
Pdm. Willy Santoso pernah membagikan sebuah cerita mengenai seorang pelukis. Pelukis itu cukup terkenal serta berhasil di dalam menjalani kariernya. Ia pun tinggal di sebuah kota yang besar.
Lalu, suatu hari, ia pun ingin rasanya kembali ke kampung halaman, sebuah kota kecil, untuk bernostalgia, mengingat-ingat bagaimana rasanya masa ketika pertama kali membangun kariernya, di mana ia mulai menyukai melukis serta membuat karya-karyanya.
Akhirnya, pada tanggal yang ditentukan, ia pergi ke kota itu, berjalan-jalan, dan melewati toko-toko yang biasa ia lewati. Sampai di suatu toko galeri, ia ingat bahwa itu adalah toko pertama kali ia membeli alat-alat lukisnya dan beberapa karya seni. Ia juga melihat ternyata sepertinya ada sebuah lukisan yang ia kenali, dan benar terdapat tanda namanya sendiri pada kanvasnya. Itu adalah salah satu lukisan yang di awal masa karier ia lukis.
Namun sayang, lukisan itu kusut, tidak lagi bersih, piguranya sudah ada yang rusak, catnya sudah ada yang memudar. Sebagai seniman yang melukisnya, ia merasa, "Aduh, sayang sekali. Lukisan ini harusnya masih bisa diperbaiki ini supaya bisa menjadi bagus kembali, dan mungkin lebih mahal harganya."
Akhirnya ia berkata kepada pemilik toko galeri, "Mau nggak kalau saya restorasi lukisan yang itu?" Sambil menunjuk lukisan karyanya yang dimaksud, dan memperkenalkan diri bahwa dialah pelukis yang membuatnya, meyakinkan bahwa setelah direstorasi atau diperbaiki, lukisan itu akan jauh jadi lebih baik.
Pemilik toko itu mengatakan, "Tentu saja aku mau. Tetapi, syaratnya sebelum Bapak bawa pulang lukisan ini untuk direstorasi, Bapak juga harus bayar dulu dengan lunas."
Cerita ilustrasi ini mengingatkan kita tentang siapa kita sebenarnya, dan bagaimana Tuhan datang untuk menebus kita dari dosa. Kita adalah ciptaan Tuhan. Mahakarya-Nya. Kita diciptakan sempurna menurut gambar dan rupa-Nya. Namun, dosa telah merusak diri kita sehingga kita tidak menggenapi rancangan Tuhan.
Dunia berkata bahwa untuk menyelamatkan ciptaan-Nya, Tuhan harus membayar lunas harga tebusannya. Itulah sebabnya, Tuhan Yesus datang ke dunia untuk menebus kita. Dan semuanya sudah lunas dibayar. Tujuan Allah adalah untuk merestorasi kita kembali menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, Tuhan Yesus Kristus. Dia telah memberikan pengampunan, dan menghendaki kita hidup sesuai firman-Nya.
Ibrani 9:22, "Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan."
Sebenarnya dapat dikatakan, bahwa menurut perjanjian lama hampir segala sesuatu disucikan dengan percikan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan dosa. (FAYH)
Moses said to the people, "This is the blood of the covenant God has established with you." Practically everything in a will hinges on a death. That's why blood, the evidence of death, is used so much in our tradition, especially regarding forgiveness of sins. (MSG)
1 Korintus 6:20 (TSI), "Ingatlah bahwa kamu sudah ditebus dengan harga yang sangat mahal, yaitu darah Kristus. Oleh sebab itu, muliakanlah Allah dengan tubuh dan rohmu, karena tubuh dan rohmu adalah milik Allah."
Karena Allah telah membeli Saudara dengan harga yang mahal sekali. Jadi, pakailah setiap bagian tubuh Saudara untuk memuliakan Allah, karena Dialah yang memilikinya. (FAYH)
God owns the whole works. So let people see God in and through your body. (MSG)
~ FG