
Seorang hamba Tuhan pernah memperoleh kesempatan untuk mengunjungi sebuah markas besar perusahaan teknologi yang sangat ternama, dan di sana beliau mengamati para staf yang ada pergi ke tempat kerja dengan bebas dalam berbusana ataupun berpenampilan asal tidak amoral.
Ada yang sambil menaiki skateboard, ada yang sambil membawa dan memainkan bola basket, serta hal-hal lainnya. Intinya, terlihat seperti orang-orang yang ekspresif serta kreatif. Dan ada salah satu pemandangan yang membuatnya terkejut setelah mengetahui penjelasan, bahwa ada budaya merayakan kegagalan yang dialami oleh seorang staf, tentunya kegagalan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sebab, justru lewat kegagalan yang dialaminya, terlahir produk-produk maupun inovasi-inovasi yang lebih baik lagi daripada yang sebelumnya apabila tanpa melalui ataupun mengalami kegagalan tersebut.
Sebaliknya, berbeda dari orang-orang kebanyakan maupun apa yang sering kali dapat kita amati dalam kehidupan sehari-hari di dunia, banyak sekali yang menghakimi kegagalan maupun kesalahan yang dilakukan dan dialami oleh seseorang. Sementara itu, keberhasilan dan kemenangan lebih dirayakan. Padahal, mungkin kita dapat belajar lebih banyak dari sebuah kegagalan serta kesalahan daripada melalui kemenangan serta keberhasilan.
Dan dari kegagalan-kegagalan itu tercipta sesuatu yang lebih baik, lebih berharga, dan lebih berguna bagi banyak orang. Dalam kehidupan rohani, bukankah kita juga mungkin demikian? Sebelum mengenal Tuhan Yesus dan menerima keselamatan yang dari-Nya, kita adalah orang-orang yang gagal, namun setelah mengenal Dia dan menerima anugerah keselamatan-Nya, Dia mengubahkan hidup kita menjadi lebih berharga, lebih berguna, serta menjadi berkat bagi banyak orang?
Beberapa waktu yang lalu kita juga telah belajar bahwa kegagalan bukanlah identitas sejati kita. Karena itu, janganlah takut gagal, melainkan lebihlah takut apabila kita terus-menerus berlarut-larut dalam kegagalan, dan berhenti melangkah ataupun tidak mau bangkit kembali. Namun diingatkan juga, dalam kaitannya dengan kehidupan rohani kita, janganlah mempergunakan anugerah yang kita terima setelah mengalami kegagalan tersebut, terutama dalam hal jatuh dalam dosam untuk kembali melakukan apa yang salah serta jahat di mata Tuhan. Melainkan, teruslah berjalan dan melangkah dalam kebenaran.
Yesaya 41:10 (VMD), "Jangan khawatir, Aku menyertaimu. Jangan takut, Akulah Allahmu. Aku akan membuatmu kuat. Aku menolongmu. Aku menolongmu dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan."
Janganlah takut, karena Aku menyertai engkau. Janganlah bimbang, karena Akulah Allahmu. Aku akan menguatkan engkau dan menolong engkau. Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang penuh kemenangan. (FAYH)
Don't panic. I'm with you. There's no need to fear for I'm your God. I'll give you strength. I'll help you. I'll hold you steady, keep a firm grip on you. (MSG)
1 Petrus 2:16 (VMD), "Ingatlah bahwa sebelum dibebaskan oleh Yesus, kamu hidup seperti budak iblis. Jangan sampai kamu berpikir, 'Sekarang aku sudah bebas dan termasuk orang yang dipilih Allah, berarti tidak masalah kalau aku sengaja berbuat dosa.' Sebaliknya, kamu harus menganggap dirimu sebagai budak kepunyaan Allah."
Saudara mempunyai kebebasan, tetapi tidak berarti bebas untuk berbuat salah. Pakailah kebebasan itu semata-mata untuk melakukan kehendak Allah. (FAYH)
"Discovering a major flaw in a project doesn't always mean that it ends the project. Sometimes it actually gets us onto a more productive path." ~ Astro Teller
~ FG