
Ev. Gina Dharmawan pernah membagikan sesuatu yang menarik perhatian untuk direnungkan tentang seat belt atau sabuk pengaman dalam pesawat. Alat yang sangat penting untuk dipakai saat pesawat sedang mengudara, terutama ketika awak pesawat menginstruksikan untuk memakainya, dan terjadi turbulensi, supaya kita tidak terpental.
Beliau mengatakan, seat belt pesawat yang terdiri dari bagian kiri dan kanan tersebut harus dipasangkan secara sempurna hingga terdengar suara klik, supaya aman dan terpasang kuat.
Beliau meneruskan, dalam "pesawat kehidupan" ini, pasti sering terjadi "turbulensi" masalah, pergumulan, sakit-penyakit, maupun berbagai tantangan hidup. Dan kita semua memerlukan seat belt dengan bagian kiri merupakan doa, pujian, penyembahan, dan bagian kanan merupakan firman Tuhan, supaya kita tetap kuat mengarungi kehidupan.
Tanpa keduanya, kita tidak akan mampu bertahan menghadapi berbagai turbulensi yang ada dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika turbulensi mengguncang, kita berdoa. Ketika rasa takut merambat, kita memuji. Ketika gelap mengelilingi, kita menyembah. Inilah pegangan iman yang menarik kita semakin dekat kepada Sumber Kedamaian, yaitu Yesus sendiri. Pujian dan penyembahan adalah pernyataan iman bahwa Tuhan lebih besar daripada turbulensi yang sedang kita hadapi.
Ketika perasaan berkata, "Aku tak sanggup," firman berkata, "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia" (Filipi 4:13). Ketika situasi berkata, "Ini sudah berakhir," firman berkata, "Aku tahu rancangan-Ku adalah untuk memberi hari depan yang penuh harapan" (Yeremia 29:11).
Sudahkah kita memakai dan memasang seat belt kehidupan kita dengan benar?
1 Korintus 10:13 (BIS), "Setiap cobaan yang Saudara alami adalah cobaan yang lazim dialami manusia. Tetapi Allah setia pada janji-Nya. Ia tidak akan membiarkan Saudara dicoba lebih daripada kesanggupanmu. Pada waktu Saudara ditimpa oleh cobaan, Ia akan memberi jalan kepadamu untuk menjadi kuat supaya Saudara dapat bertahan."
Tetapi, ingatlah bahwa keinginan jahat yang masuk ke dalam hidup Saudara bukanlah hal yang baru. Banyak orang yang hidup sebelum Saudara, menghadapi masalah yang sama. Tidak ada cobaan yang tidak dapat diatasi. Dan percayalah bahwa Allah tidak akan membiarkan cobaan menjadi demikian berat, sehingga Saudara tidak dapat menahannya. Ini adalah janji-Nya dan Ia akan melakukan apa yang dijanjikan-Nya. Ia akan mengajar Saudara bagaimana menghindar dari cengkeraman cobaan, supaya Saudara dapat menanggungnya dengan sabar. (FAYH)
Remember that your desires to sin are the same desires that other people have. But when you are tempted to sin, you can trust God to help you. He will not permit you to be tempted {anything to tempt you} more than you are able to resist. Instead, when you are tempted {things tempt you}, he will also provide a way for you to endure it without sinning. (DEIBLER)
Enjoy your flight!
~ FG