
Lukas 16:10, "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar."
Orang yang bisa diandalkan untuk mengurus hal-hal yang kecil, bisa diandalkan juga untuk mengurus hal-hal yang besar. (BSD)
Kalau kalian jujur dalam soal kecil, kalian juga akan jujur dalam soal besar. Kalau kalian menipu dalam soal kecil, kalian juga akan menipu apabila diberi tanggung jawab yang lebih besar. (FAYH)
Kalimat dalam ayat firman Tuhan hari ini mungkin terdengar sederhana, tetapi sangat menyentuh inti kehidupan rohani kita, serta bersifat menyeluruh.
Tuhan tidak pertama-tama menilai besarnya tindakan kita, melainkan lebih pada kesetiaan hati kita.
Tuhan juga tidak mencari orang yang serba sempurna, tetapi orang-orang yang mau untuk setia. Dan kesetiaan sering kali dimulai dari hal kecil. Salah satu kesalahan adalah berpikir bahwa kita harus sempurna dulu, maka baru bisa dipakai Tuhan. Akibatnya, banyak orang merasa selalu tidak layak, terus-menerus ragu, dan tidak pernah melangkah.
Alkitab penuh dengan contoh orang-orang yang tidak sempurna namun disebut setia—Abraham yang pernah berbohong, Daud yang pernah jatuh dalam dosa, Petrus yang pernah menyangkal Yesus tiga kali, Paulus yang dulu pernah menganiaya jemaat. Mereka tidak sempurna, tetapi akhirnya mereka setia. Mereka bangkit dan terus berjalan maju bersama Tuhan menuju kesempurnaan semakin serupa dengan Tuhan Yesus.
Tuhan sering mempercayakan hal-hal yang lebih besar kepada mereka yang tidak meremehkan tanggung jawab yang mungkin masih terasa serta terlihat kecil. Sebab kesetiaan dalam hal kecil adalah fondasi bagi kesetiaan dalam hal besar. Dan hebat di mata Tuhan dimulai dari setia dalam hal yang kecil.
Seperti halnya seorang atlet tidak mendadak menjadi juara Olimpiade, melainkan berlatih setiap hari, mengulang gerakan dasar ribuan kali, demikian pula kehidupan rohani kita. Kesetiaan dalam hal kecil adalah ibarat latihan dasar yang mempersiapkan kita untuk tanggung jawab yang lebih besar.
Apa yang masih Tuhan percayakan untuk kita sebagai tanggung jawab dalam hal yang kecil sampai saat ini? Setialah mengemban, menjalani, dan melakukannya.
~ YS