Akhir-akhir ini, dengan berdoa bertalu-talu saya banyak bertanya, apa yang jadi isi hati Tuhan. Saya minta agar diberi kepekaan lebih lagi untuk mengerti isi hati-Nya. Ia menjawab, dan memberikan firman di dalam Yeremia 33:3, "Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui."
Saya terus berseru dalam doa, pujian, dan penyembahan. Dan baru-baru ini, Tuhan memberikan tuntunan buat kita melalui pesan-Nya kepada jemaat di Filadelfia.
Secara ringkas, pesan Tuhan kepada kita adalah sebagai berikut:
Tuhan Yesus adalah Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud. Apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka. Karena itu, mata kita harus tertuju kepada Dia, mengandalkan Dia, dan fokus hanya kepada Dia, Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus tahu segala pekerjaan kita. Seperti Tuhan Yesus berkata kepada jemaat di Filadelfia bahwa Ia tahu segala pekerjaan mereka, demikian juga Ia tahu segala pekerjaan kita. Segala sesuatu yang kita pikirkan dan lakukan, tidak ada yang tersembunyi bagi Tuhan. Karena itu, terbukalah di hadapan Tuhan; sebab, itulah yang menyenangkan hati-Nya.
Amsal 15:11 (TB2)
Dunia orang mati dan kebinasaan terbuka di hadapan Tuhan, terlebih lagi hati anak manusia!
Tuhan menghendaki kita menuruti firman-Nya, dan jangan menyangkal nama-Nya. Juga, agar terus menuruti firman-Nya untuk tekun menantikan kedatangan-Nya yang kedua kali.
Kalau kita melakukan semua itu, maka janji-janji-Nya yang akan kita terima adalah:
• Pintu yang selama ini tertutup akan dibuka oleh Tuhan. Mungkin itu pintu pelayanan, pintu pekerjaan, pintu persoalan yang tidak kunjung terbuka, dan lainnya.
• Orang-orang yang menamakan dirinya Kristen tetapi kelakuannya tidak menunjukkannya—di mana mereka terus-menerus menekan kita—akan Tuhan suruh datang dan mengakui bahwa Allah mengasihi kita.
• Tuhan akan melindungi kita dari Hari Pencobaan yang akan datang di seluruh dunia untuk mencobai mereka yang masih ada di bumi.
Sesuai referensi Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan (seri The Full Life Study Bible), dikatakan, mereka yang menjadi pemenang sebelum Hari itu tiba, akan dilindungi dari Hari Pencobaan melalui pengangkatan (rapture).
Kalau melihat keadaan hari-hari ini, percayalah Hari Pencobaan itu sudah dimulai dan akan terus bertambah parah. Jika mau ikut mengalami rapture, kita harus jadi pemenang di dalam Tuhan. Sesuai yang Tuhan Yesus katakan, tentang pemenang: "Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."
Pesan Tuhan Yesus kepada kita semua: "Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun mengambil mahkotamu."
Sewaktu Tuhan Yesus ditanya oleh murid-murid-Nya, tentang tanda kedatangan-Nya dan tanda akhir dunia ini, Ia menjawab (yang salah satunya terdapat dalam Matius 24:14): "Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya." Dengan kata lain, kalau Amanat Agung selesai, Tuhan Yesus akan datang kembali. Ia pasti datang kembali.
Karena itu, Ia memberikan Amanat Agung kepada kita, yaitu agar kita ke luar dan menjadikan semua bangsa murid Tuhan Yesus. Ini juga berarti agar terjadi penuaian jiwa besar-besaran sebelum Ia datang kembali.
Kita akan lihat proses menyelesaikan Amanat Agung, atau penuaian jiwa yang terbesar dan yang terakhir sebelum Tuhan Yesus datang kembali, sesuai Kisah Para Rasul. Untuk menyelesaikan Amanat Agung, kita tidak bisa pakai kekuatan sendiri. Karena itu, pesan terakhir Tuhan Yesus sebelum naik ke surga kepada murid-murid-Nya—yang juga berarti kita semua—dalam Kisah Para Rasul 1:8, berbunyi: "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
Jadi, untuk menyelesaikan Amanat Agung, kita harus menerima kuasa dari Roh Kudus yang turun ke atas kita.
Setelahnya, disaksikan oleh para murid-Nya, Tuhan Yesus naik ke surga. Setelah Ia naik ke surga, 120 murid-Nya berkumpul di kamar loteng Yerusalem. Mereka melakukan ini karena Ia memerintahkan agar mereka tidak meninggalkan kota Yerusalem sebelum diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.
Tuhan Yesus berkata, "Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus." Apa yang dilakukan 120 murid di kamar loteng? Alkitab berkata, mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama. Artinya, mereka berdoa, memuji, dan menyembah Tuhan dalam unity siang dan malam. Ini prinsip restorasi Pondok Daud, dan prinsip menara doa.
Setelah sepuluh hari mereka melakukannya, maka pada hari raya Pentakosta, tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah di mana mereka duduk; dan tampaklah lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain seperti yang diberikan oleh Roh Kudus itu kepada mereka untuk mengatakannya. Itu adalah bahasa roh. Jadi, tanda awal orang yang dibaptis dengan Roh Kudus ialah mereka akan berbahasa roh.
Apa yang terjadi setelah para murid dipenuhi dengan Roh Kudus?
1. Petrus berkhotbah sekitar 5 menit dan kira-kira 3.000 orang bertobat dan dibaptis.
Petrus berkhotbah dengan kuasa Roh Kudus. Zaman itu, populasi penduduk dunia sekitar 255 juta orang, sedangkan penduduk dunia sekarang sekitar 8 miliar. Jadi, tiga ribu orang yang bertobat dan dibaptis waktu itu setara sekitar 94 ribu orang pada saat ini. Saya percaya, yang seperti ini masih bisa terjadi hari-hari ini.
2. Para murid dipakai Tuhan untuk menyatakan tanda-tanda dan mujizat sehingga banyak orang bertobat.
Petrus dan Yohanes menyembuhkan orang yang lumpuh sejak lahir. Bayangkan, bayangan Petrus saja bisa menyembuhkan orang sakit. Saputangan atau kain yang pernah dipakai Paulus, jika diletakkan pada orang sakit atau yang dirasuk setan, orang itu akan sembuh.
Markus 16:15-18
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
Sejak tahun 2006, saya diperintahkan oleh Tuhan untuk mengadakan Kebaktian Kesembuhan Ilahi ataupun KKR. Selama 13 tahun, saya sudah mengadakan 318 kali KKR. Setiap kali berkhotbah, saya pasti memberitakan Injil, dan tanda-tanda serta mujizat terjadi. Saya diizinkan Tuhan untuk melihat dan mengalami mujizat seperti yang dilakukan Tuhan Yesus.
3. Cara hidup jemaat berubah sehingga banyak orang yang bertobat.
Perubahan-perubahan yang terjadi dalam cara hidup jemaat yang membuat banyak orang bertobat ialah sebagai berikut:
- Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul; ini juga bisa berarti suka membaca Alkitab bagi kita saat ini.
- Mereka suka berdoa dan hidup dalam unity atau satu hati.
- Mereka suka memberi.
- Mereka suka memuji Allah dan bergembira dengan tulus hati, atau hidup berintegritas.
Dikatakan, bahwa mereka disukai oleh semua orang, dan tiap-tiap hari jumlah orang yang diselamatkan bertambah. Saya percaya, awalnya mereka menganggap pola penuaian jiwa hanya seperti itu. Sebagai orang-orang percaya, mereka hidup di zona nyaman; mereka bisa berdoa, biasa berkumpul dalam unity sambil baca Alkitab, berdoa, memuji Tuhan dengan sukacita, tanpa ada yang kekurangan.
Kalau seperti itu saja, siapa yang tidak mau jadi orang Kristen? Tetapi ternyata, supaya penuaian jiwa bertambah, Tuhan izinkan proses berikutnya terjadi, yaitu aniaya menimpa jemaat di Yerusalem. Selain rasul-rasul, jemaat harus lari meninggalkan Yerusalem. Mereka pergi ke Yudea dan Samaria sambil memberitakan Injil. Jadi, kalau tadinya penuaian jiwa hanya di Yerusalem, sekarang menyebar ke seluruh Yudea dan Samaria.
Pola penuaian jiwa seperti ini masih terjadi sampai hari ini. Catatan sejarah gereja selama berabad-abad menunjukkan: semakin gereja ditekan, justru Injil semakin menyebar dan diberitakan ke mana-mana. Karena itu, Tuhan izinkan hari-hari ini penderitaan atau aniaya terjadi di antara orang percaya, supaya terjadi penuaian jiwa yang lebih besar.
Kita sekarang berada di tahun 2026, tahun yang sukar, sulit, penuh peperangan, bencana alam, ketidakpastian, dan krisis ekonomi semakin intens. Saya percaya, untuk penuaian jiwa yang besar, perlu guncangan yang besar.
Ternyata, pola penuaian yang seperti tadi, belum menyelesaikan rencana Tuhan. Karena, selain penuaian jiwa harus terjadi di Yerusalem, di seluruh Yudea dan Samaria, juga harus sampai ke ujung bumi. Tuhan punya cara untuk membuat penuaian jiwa sampai ke ujung bumi, yaitu perubahan paradigma dalam pelayanan.
Sebelum itu, pengertian tentang keselamatan hanya untuk orang Yahudi. Tetapi, melalui peristiwa Petrus diutus oleh Tuhan untuk mendatangi Kornelius, yang bukan orang Yahudi, untuk memberitakan jalan keselamatan kepadanya, akhirnya murid-murid Tuhan mengerti bahwa keselamatan bukan untuk orang-orang Yahudi saja, tetapi untuk semua bangsa. Dan ini menghasilkan penuaian jiwa besar-besaran! Jadi, mereka tidak hanya mengabarkan Injil di Yerusalem, Yudea, dan Samaria, tetapi mereka, termasuk kita juga, pergi ke seluruh dunia.
Proses perubahan paradigma dalam pelayanan itu tidak mudah. Petrus harus diyakinkan oleh Tuhan, "Kalau Tuhan berkata halal, jangan kamu berkata haram." Orang-orang yang bukan Yahudi tadinya adalah haram di mata orang Yahudi. Proses itu masih terus berlanjut untuk memberikan pengertian kepada orang-orang Yahudi golongan bersunat dan orang-orang Farisi yang sudah bertobat, di mana mereka berpendapat bahwa orang non-Yahudi yang percaya kepada Tuhan Yesus harus disunat dan diwajibkan ikut hukum-hukum Musa. Tetapi, melalui sidang di Yerusalem, akhirnya mereka mengerti dan bisa menerima, bahwa keselamatan bukan hanya untuk orang-orang Yahudi, melainkan semua bangsa, termasuk Indonesia!
Dalam pelayanan gereja kita, saya salah satu yang dipakai Tuhan untuk menerapkan paradigma yang baru dalam pelayanan, guna menuntaskan Amanat Agung. Misalnya:
- Tentang membuka gereja baru.
- Mengenai cara ibadah dengan doa, pujian, dan penyembahan, termasuk bahasa roh untuk memuji dan menyembah Tuhan.
- Tempat ibadah yang bisa dilakukan bukan di gedung gereja.
- Mengenai Pentakosta Ketiga, dan lain-lainnya.
Semua itu selalu diawali pro-kontra, sama seperti yang terjadi zaman Kisah Para Rasul. Kita juga lihat, dengan media online—terlepas dari kebaikan, keburukan, serta pro atau kontranya—tidak bisa dipungkiri, bahwa melalui media sosial, terjadi percepatan penyelesaian Amanat Agung.
Hari-hari ini, banyak organisasi maupun aliran kekristenan yang mendapatkan hal yang sama, yaitu target menyelesaikan Amanat Agung adalah tahun 2033.
Matius 24:14
Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.
Jadi, apabila Injil sudah diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, dengan kata lain bila Amanat Agung selesai, baru setelah itu—waktunya tidak ada yang tahu—Tuhan Yesus datang kembali. Pesan yang kuat hari-hari ini adalah kedatangan Tuhan Yesus sudah sangat-sangat dekat. Persiapkan diri kita untuk menyambut kedatangan-Nya. Tuhan Yesus berkata kepada kita semua hari-hari ini, "Aku datang segera. Aku datang segera. Aku datang segera."
Pakai kami, Tuhan, untuk menjadi alat-Mu menyelesaikan Amanat Agung, sebelum Engkau datang untuk kedua kalinya.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



