Tidak ada bangsa di dunia ini yang pernah memiliki perjanjian secara bangsa, dan memiliki pengalaman dengan Tuhan secara pribadi yang begitu luar biasa untuk pertama kalinya, selain bangsa Israel. Hanya bangsa Israel.
Namun demikian, bangsa yang besar itu juga pernah mengalami masa-masa yang sukar, dan berada dalam keadaan yang sulit, seperti ketika di bawah pimpinan Musa sewaktu keluar dari Mesir, menuju Tanah Perjanjian yang dijanjikan oleh Allah mereka.
Keluaran 17:1-6
Kemudian berangkatlah segenap jemaah Israel dari padang gurun Sin, berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, sesuai dengan titah Tuhan, lalu berkemahlah mereka di Rafidim, tetapi di sana tidak ada air untuk diminum bangsa itu. Jadi mulailah mereka itu bertengkar dengan Musa, kata mereka: ”Berikanlah air kepada kami, supaya kami dapat minum.” Tetapi Musa berkata kepada mereka: ”Mengapakah kamu bertengkar dengan aku? Mengapakah kamu mencobai Tuhan?” Hauslah bangsa itu akan air di sana; bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa dan berkata: ”Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?” Lalu berseru-serulah Musa kepada Tuhan, katanya: ”Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu!” Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: ”Berjalanlah di depan bangsa itu dan bawalah beserta engkau beberapa orang dari antara para tua-tua Israel; bawalah juga di tanganmu tongkatmu yang kaupakai memukul sungai Nil dan pergilah. Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu di Horeb; haruslah kaupukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum.” Demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel.
Ketika ada sebuah perjanjian, maka biasanya masing-masing pihak sudah saling terikat. Begitu pula kita dengan Tuhan. Kita mungkin atau sedang menghadapi kesukaran. Di dalam kesukaran kita, kita harus tetap percaya, bahwa ada orang-orang yang berdoa untuk kita, dan ingat ada perjanjian dengan Tuhan. Peganglah janji-janji dalam firman-Nya.
Kesukaran kita adalah salah satu cara Tuhan untuk mendidik kita sehingga kita mengalami Dia. Ikut Tuhan bukan sekadar membaca Alkitab, tetapi juga mempunyai pengalaman pribadi dengan Tuhan. Seperti yang pernah dialami oleh Musa. Kadang Ia akan mengizinkan kita untuk diproses serendah-rendahnya, dan tidak ada yang bisa kita andalkan lagi, selain Tuhan.
Musa memiliki tiga periode dalam kehidupannya. Musa diangkat menjadi putri Firaun. Posisinya berada di atas anak-anak muda pada zamannya. Musa juga pernah melakukan dosa yang akhirnya membuatnya lari. Musa menjadi penggembala domba. Lalu Tuhan mendapati Musa, memproses Musa, serta akhirnya mengutus Musa untuk membawa bangsa Israel keluar dari mesir.
Dalam perjalanan bangsa Israel waktu itu, serta terkait bagaimana cara sebaiknya untuk menghadapi dan supaya melewati masa-masa sukar, ada tiga hal yang bisa kita pelajari, yaitu:
1. Ingat, Bahwa Tuhan Pernah Tolong Kita
Tuhan berdaulat atas segala sesuatu, sehingga Tuhan yang akan berperang menggantikan kita. Itu sebabnya, ketika kita mengalami kesukaran, ingat bahwa Tuhan tidak pernah berubah. Kasih Tuhan tidak terbatas oleh apa pun. Dia akan menolong kita semua. Lakukan saja apa yang masih bisa kita kerjakan sebagai bagian kita.
Ikut Tuhan mungkin memang susah, tetapi tidak ikut Tuhan mungkin akan jauh lebih susah. Bersyukurlah, sebab walaupun mengikut Tuhan bukanlah hal yang mudah, tetapi selalu ada jalan keluar. Tuhan akan mengatasi apa pun secara totalitas.
Keluaran 14:13-14
Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: ”Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari Tuhan, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya. Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.”
Keluaran 14:30-31
Demikianlah pada hari itu Tuhan menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir. Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terhantar di pantai laut. Ketika dilihat oleh orang Israel, betapa besarnya perbuatan yang dilakukan Tuhan terhadap orang Mesir, maka takutlah bangsa itu kepada Tuhan dan mereka percaya kepada Tuhan dan kepada Musa, hamba-Nya itu.
2. Ingat, Tuhan Sedang Tolong Kita
Segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah ciptaan Tuhan. Ciptaan-Nya harus tunduk kepada Tuhan sebagai Pencipta. Namun, terkadang kesukaran, kesulitan kita bisa membuat kita menyalah-nyalahkan Tuhan. Namun, jangan pernah tinggalkan Dia. Sebab, Ia sedang bekerja, dan menolong kita. Jadi, tetaplah setia kepada Tuhan.
Jika Ia pernah menolong kita menghadapi maupun melalui peristiwa-peristiwa seperti dalam sepanjang sejarah Israel, maka Ia sanggup untuk menolong kita saat ini juga untuk menghadapi ataupun melewati apa pun.
Di setiap langkah hidupmu, dan di manapun pijakan kakimu, di sana Tuhan menyertai. Itulah jaminan bagi kita. Dia bukan Allah yang pasif, melainkan Allah yang aktif. Karena itu, tersenyumlah menghadapi perkara-perkara, apa pun bentuknya.
Keluaran 15:25
Musa berseru-seru kepada Tuhan, dan Tuhan menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan Tuhan ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah Tuhan mencoba mereka.
Ulangan 29:5
Empat puluh tahun lamanya Aku memimpin kamu berjalan melalui padang gurun; pakaianmu tidak menjadi rusak di tubuhmu, dan kasutmu tidak menjadi rusak di kakimu.
Amsal 17:22
Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.
3. Ingat, Tuhan Tidak Akan Pernah Tinggalkan Kita
Harus diingat, bahwa sebuah pelayanan tidak bisa dilakukan sendiri (solo career). Apalagi karena Tuhan yang menyertai, dan tidak pernah meninggalkan kita sendirian. Kita harus bekerja sama untuk menjangkau jiwa-jiwa bagi Tuhan. Karena, Tuhan ingin supaya banyak jiwa yang diselamatkan (memperoleh keselamatan dalam nama Tuhan Yesus Kristus untuk hidup kekal).
Kasih juga adalah sebuah kesadaran yang penuh untuk rela berkorban bagi orang-orang lain. Hendaknya hidup kita menjadi berguna, berdampak, menjadi saluran berkat, dan menambahkan nilai yang baik bagi banyak orang.
Keluaran 17:5-6
Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: ”Berjalanlah di depan bangsa itu dan bawalah beserta engkau beberapa orang dari antara para tua-tua Israel; bawalah juga di tanganmu tongkatmu yang kaupakai memukul sungai Nil dan pergilah. Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu di Horeb; haruslah kaupukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum.” Demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel.
Yesus dengan tegas berkata supaya kita menjadikan segala bangsa sebagai murid-murid-Nya, dan bahwa Ia setia untuk menyertai kita sampai kesudahan zaman. Ia terus merenda (menghias, membentuk, memproses) hidup kita. Karena itu, setialah juga kepada Tuhan sampai akhir, garis finis kehidupan kita, terutama di dalam perlombaan iman yang diwajibkan bagi kita. Ada mahkota kemuliaan yang menanti kita.
“My country did not send me 5,000 miles to start the race; they sent me 5,000 miles to finish the race,” bangsa saya tidak mengutus saya untuk memulai mengikuti pertandingan, melainkan juga untuk menyelesaikan pertandingan. (John Stephen Akhwari)
Matius 28:20
Dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.
Setialah di dalam Tuhan.
Take Home Messages:
• Tuhan Pernah Menolong Kita
• Tuhan Sedang Menolong Kita
• Tuhan Tidak Akan Meninggalkan Kita
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



