Sebelumnya kita sempat mengupas tiga kunci mengalami terobosan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:
• Mengucap syukur dalam (bukan atas) segala hal.
• Memiliki kesadaran sebagai pengelola (stewardship)
• Masuk lebih dalam lagi di hadiat Tuhan (hubungan pribadi dengan Tuhan)
Namun demikian, fokus kita tidak boleh berhenti sampai terobosan di dunia saja. Melainkan lebih jauh, yaitu memahami petunjuk mengalami terobosan untuk hidup yang kekal.
Yohanes 11:25-26
Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.
Kita bersyukur memiliki Tuhan yang hidup dan penuh kuasa yang menjanjikan kehidupan kekal bagi orang yang percaya. Namun, timbul pertanyaan penting: Apa sebenarnya kriteria dari percaya? Apakah sekadar mengaku percaya, atau ada hal lain yang Tuhan tuntut dari kita? Untuk menjawabnya, kita merenungkan perumpamaan tentang sepuluh gadis dalam Matius 25:1-13.
Perumpamaan ini mengisahkan sepuluh gadis yang bersiap-siap menyongsong mempelai laki-laki. Mereka berdandan, bersolek, merapikan diri, dan masing-masing membawa pelita. Mereka tahu persyaratan dasar untuk menyongsong mempelai. Namun, ketika mempelai tersebut tidak kunjung datang, kesepuluh gadis itu tertidur karena menunggu terlalu lama. Saat terdengar seruan bahwa mempelai telah tiba, mereka semua terbangun.
Di sinilah letak perbedaannya:
Lima gadis bijaksana membawa pelita beserta cadangan minyak dalam buli-buli mereka, sehingga pelita mereka tetap menyala dengan baik. Lima gadis bodoh hanya membawa pelita tanpa membawa cadangan minyak. Saat minyak habis, mereka memohon minyak kepada gadis yang bijaksana, tetapi tidak diberikan. Mereka terpaksa pergi membeli minyak, dan ketika kembali, pintu telah tertutup dan kehilangan kesempatan menyongsong mempelai.
Siapakah yang direpresentasikan oleh sepuluh gadis ini? Sepuluh gadis ini tidak menggambarkan seluruh umat manusia di dunia secara umum, melainkan secara spesifik menggambarkan orang-orang yang mengaku percaya kepada Tuhan Yesus, termasuk diri kita.
Dari sini timbul pertanyaan: "Are we ready?" Apakah kita benar-benar siap? Sebab, akhir dari kedua kelompok ini sangat berbeda, lima gadis bijak masuk bersama mempelai, sedangkan lima gadis bodoh tertinggal serta ditolak.
Lima Kriteria untuk Menjadi Seperti Gadis yang Bijaksana
Terdapat lima poin penting agar kita siap dan layak menyongsong kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali:
1. Memiliki Hati yang Benar di Hadapan Tuhan
Secara kasatmata, sepuluh gadis memiliki penampilan luar yang sama, sama-sama membawa pelita, sama-sama berdandan, dan sama-sama datang. Ini menggambarkan pelayanan kita saat ini, sama-sama beribadah, melayani, menyembah, dan berdoa. Namun, Tuhan tidak melihat apa yang ada di luar; Tuhan melihat jauh ke kedalaman hati.
Perbedaan utama terletak pada motivasi dan kondisi hati. Ada yang rajin beribadah di hari Minggu, namun di luar hari Minggu tidak memiliki kehidupan doa pribadi dan berkompromi terhadap dosa. Perhatikan perbandingan antara Saul dan Daud:
• Raja Saul: Dipilih dan diurapi Tuhan, namun pada akhirnya mengakhiri perjalanannya dengan buruk karena hidup dalam kedagingan, mementingkan ego, serta demi kepentingan dirinya sendiri melanggar perintah Tuhan.
• Raja Daud: Hatinya melekat kepada Tuhan (Mazmur 16:2, 7-8), dan menyatakan tidak ada yang baik baginya selain Tuhan, dan ia senantiasa memandang kepada-Nya. Ketika jatuh dalam dosa, ia tidak membela diri, melainkan datang memohon ampun dengan hati yang tulus. Tuhan menginginkan hati yang benar-benar memuliakan-Nya secara tulus.
Matius 15:8
Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
2. Kehidupan yang Dipimpin oleh Roh, Bukan oleh Daging
Simbol minyak dalam perumpamaan di atas merujuk pada urapan dan pimpinan Roh Kudus (oil makes a difference). Gadis bodoh membawa pelita tanpa minyak, sedangkan gadis bijak membawa persediaan minyak dalam buli-buli.
Matius 26:41
Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.
Daging sangat mudah terkecoh dan jatuh pada kenyamanan duniawi. Contoh nyata Yudas Iskariot, ia berjalan bersama Tuhan Yesus, makan bersama, dan mendengarkan ajaran-Nya, namun ia membiarkan dirinya dipimpin oleh keinginan daging hingga tega menjual Tuhan Yesus demi kepingan perak. Sebagai orang percaya, kita tidak bisa mengaku beriman, namun hidup dituntun oleh kedagingan.
Kepenuhan Roh Kudus bukanlah soal kita “mendapatkan lebih banyak” Roh Kudus, melainkan Roh Kudus mendapatkan lebih banyak dari diri kita. Kepenuhan Roh Kudus adalah soal penyerahan diri (surrender). Kita membiarkan Roh Kudus memegang kendali atas hidup kita. Sebagaimana kisah orang muda kaya raya yang diminta menjual seluruh hartanya untuk mengikut Yesus, maksud utama Tuhan Yesus adalah menegaskan kita tidak bisa mengabdi pada dua tuan (Matius 6:24). Harta boleh ada, tetapi tidak boleh mengikat hati kita melebihi pengabdian kita kepada Allah.
3. Iman yang Diuji dan Bertumbuh
Dalam perumpamaan tadi, mempelai lama tidak datang, sehingga kesepuluh gadis mengantuk dan tertidur. Ini gambaran ujian waktu. Iman kita pasti akan diuji, sehingga iman tidak boleh sekadar ucapan bibir, melainkan harus berakar kuat dan tahan lama.
Ketika murid-murid memperdebatkan siapa yang terbesar, Tuhan Yesus memperingatkan Petrus, "Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur" (Lukas 22:31-32).
Petrus diuji dan sempat menyangkal tiga kali, namun imannya dipulihkan. Sebaliknya, bangsa Israel di padang gurun gagal dalam ujian waktu. Ketika Musa mengundur-undurkan diri turun dari Gunung Sinai, iman mereka goyang dan membuat patung lembu emas untuk disembah (Keluaran 32:1).
Ujian hidup, seperti pergumulan ekonomi atau tantangan finansial, diizinkan Tuhan untuk menguji kesetiaan kita. Jawaban Tuhan mungkin tidak datang secara instan, namun ketika kita bertahan dalam iman dan ketekunan, jawaban Tuhan selalu melampaui apa yang kita pikirkan dan doakan. Sesungguhnya, ujian hadir untuk menaikkan level iman kita.
4. Tanggung Jawab Pribadi atas Keselamatan
Ketika gadis-gadis bodoh kehabisan minyak, gadis-gadis bijaksana menjawab, "Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ" (Matius 25:9).
Minyak tidak bisa dipinjam. Keselamatan tidak bisa dipinjamkan atau "menumpang" kepada orang lain. Setiap pribadi bertanggung jawab atas “minyaknya” masing-masing di hadapan Tuhan. Ada harga yang harus dibayar. Paulus juga menyadari ini.
1 Korintus 9:27
Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasai seluruhnya, supaya sesudah aku beritakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.
Bahkan seorang tokoh besar seperti imam Eli, yang menjadi mentor bagi nabi Samuel, anak-anaknya harus mengalami kebinasaan karena hidup tidak berkenan kepada Tuhan, dan Eli sendiri menanggung akibatnya karena tidak mendidik anak-anaknya dengan benar. Keselamatan adalah hubungan dan tanggung jawab pribadi yang harus dikerjakan dengan takut dan gentar kepada Tuhan.
5. Membangun Hubungan yang Personal dengan Tuhan
Di akhir perumpaman, ketika gadis-gadis bodoh kembali dan mengetuk pintu sambil berseru, "Tuan, Tuan, bukakanlah kami pintu!", mempelai itu menjawab, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu" (Matius 25:11-13).
Pada akhirnya, segala sesuatu adalah tentang hubungan (relationship). Karya keselamatan di kayu salib tidak hanya bertujuan memulihkan kita dari dosa, tetapi merestorasi hubungan antara manusia sebagai ciptaan dengan Bapa di surga—sebagaimana kebersamaan manusia dengan Allah di Taman Eden dahulu.
Penting bagi kita untuk mengenal Tuhan, tetapi jauh lebih penting lagi apabila kita dikenal oleh Tuhan. Tuhan tidak bisa mengenal kita apabila kita tidak pernah menyediakan waktu untuk-Nya, jika hati kita jauh, dan jika hidup kita terus berkompromi dengan dosa dan dunia. Kabar baiknya, pintu hubungan dengan Tuhan selalu terbuka.
Mazmur 145:18
TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan (dengan tulus hati).
Take Home Messages:
Tujuan akhir hidup kita sebagai orang percaya bukanlah sekadar mengalami terobosan finansial atau kenyamanan di dunia ini, melainkan memperoleh kehidupan kekal yang telah dijanjikan oleh Tuhan Yesus. Melalui perumpamaan sepuluh gadis ini, kita diajarkan bahwa tidak semua orang yang sekadar mengaku percaya otomatis akan masuk ke dalam kerajaan surga.
Orang-orang yang sungguh-sungguh siap menyongsong kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali adalah mereka yang:
• Memiliki Hati yang Tulus dan Melekat Hanya Kepada Tuhan Yesus.
• Hidupnya Senantiasa Dituntun dan Dikuasai oleh Roh Kudus.
• Terus Bertumbuh dan Teguh di Dalam Iman Saat Menghadapi Ujian Kehidupan.
• Punya Kesadaran dan Tanggung Jawab Pribadi untuk Menjaga "Minyak" Kerohaniannya.
• Senantiasa Membangun dan Memelihara Hubungan yang Karib dengan Tuhan Setiap Hari.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



