Salah satu dasar utama dari perubahan hidup seorang percaya menjadi semakin baik adalah dimulai dari bagaimana ia mengelola dan menyelaraskan pikirannya dengan kebenaran ilahi. Alkitab juga menegaskan pentingnya memiliki paradigma yang baru.
1 Korintus 2 : 16
Sebab : Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia ? Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.
Apa yang bersarang di dalam pikiran seseorang sering kali akan menentukan realitas hidupnya (“You are what you think” : Apa yang kamu pikirkan, itulah kamu). Dengan kata lain, kita akan menjadi seperti apa yang kita pikirkan. Hal ini sejalan dengan Amsal 23 : 7 yang menyatakan bahwa seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri, demikianlah ia.
Untuk dapat berjalan di dalam rencana Tuhan yang sempurna, setiap orang percaya harus melewati proses pembenahan area batiniah :
• From victim mentality to victor mentality.
Mengubah pikiran merasa selalu sebagai korban dan menyalah-nyalahkan keadaan atau orang lain, berubah menjadi memiliki pola pikir pemenang yang melihat kesempatan dan potensi untuk menjadi lebih baik lagi dan menjadi berkat.
• Transformasi lewat pembaharuan budi.
Mengubah total cara pandang lama yang duniawi menjadi cara pandang yang alkitabiah.
• Menawan pikiran kepada Kristus.
Menolak setiap argumentasi, intimidasi, atau keraguan yang bangkit melawan pengenalan akan Allah, dan menaklukkannya di bawah otoritas Kristus.
• “Detoks pikiran”
Sebuah proses aktif untuk membersihkan hati dari segala bentuk "racun pikiran" seperti kepahitan, rasa bersalah, trauma, dan pikiran-pikiran negatif.
Bahaya mental korban (Victim Mentality).
Salah satu hambatan terbesar pertumbuhan rohani adalah ketika seseorang terus memelihara mentalitas sebagai korban (victim), alih-alih bangkit sebagai pemenang (victor). Tuhan menghendaki umat-Nya hidup berdasarkan Roma 8 : 37 : Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.
Iblis sangat senang kalau orang percaya terjebak dan hidup dalam mental korban. Karena orang yang merasa dirinya selalu sebagai korban akan kehilangan semangat, kehilangan iman, kehilangan harapan.
Jadi, saat seseorang merasa dirinya selalu menjadi korban keadaan, ia akan mengalami beberapa kehilangan yang besar secara rohani maupun jasmani :
• Kehilangan semangat hidup
• Kehilangan iman kepada kuasa Tuhan
• Kehilangan harapan akan masa depan
“Mentalitas Belalang” (Grasshopper Mentality)
Merujuk pada Bilangan 13 : 33, Kita seperti belalang di mata kita sendiri, ini adalah kondisi di mana anak-anak Tuhan hidup jauh di bawah kapasitas dan potensi sejatinya yang telah Tuhan berikan, hanya karena mereka memandang rendah diri mereka sendiri.
Strategi bangkit dari mental korban kenjadi pemenang :
A. Definisi Pemenang yang Sejati.
Pemenang bukan berarti orang yang bersih dari rasa takut atau tidak pernah menghadapi masalah.
Pemenang yang sejati adalah orang yang tetap melangkah bersama Tuhan, meskipun ada rasa takut yang membayangi.
Kesaksian iman seperti Nicky Cruz yang mengingatkan kita : Masa lalu saya mungkin penuh kegelapan, tetapi kasih Tuhan lebih besar daripada masa lalu saya.
B. Kuasa perkataan dan deklarasi iman.
Berdasarkan Amsal 18 : 21, Hidup dan mati dikuasai lidah, maka kita harus mengubah arah perkataan kita.
• Hentikan mengutuki diri sendiri.
Berhenti mengucapkan kata-kata intimidasi seperti : Aku bodoh, “Aku gagal,” atau “Aku tidak berharga.”
• Mulailah mendeklarasikan kebenaran.
Ganti dengan perkataan iman seperti: “Aku dikasihi Tuhan,” “Tuhan belum selesai dengan hidupku,” dan “Aku bisa bangkit bersama dengan Tuhan.”
• Ketekunan orang benar.
Berpeganglah pada prinsip firman Tuhan seperti dalam Amsal 24 : 16, Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.
Langkah-langkah praktis mengubah mental korban menjadi mental pemenang :
• Berhenti menyalahkan
Stop menyalahkan orang lain, lingkungan, atau masa lalu atas kondisi saat ini.
• Isi pikiran dengan Firman Tuhan
Menjadikan Alkitab sebagai makanan rohani utama bagi pikiran kita sehari-hari.
• Belajar bersyukur
Fokus pada apa yang Tuhan sudah beri dan percayakan, bukan pada apa yang telah hilang.
• Berani melangkah
Mengambil tindakan nyata dengan iman, meskipun situasi belum terlihat berubah.
• Percaya Tuhan punya rencana
Miliki keyakinan penuh bahwa Allah memegang kendali atas masa depan anak-anak-Nya.
Take Home Messages :
1. Jangan hidup sebagai korban keadaan: Keadaan di luar boleh menekan, tetapi prinsip di dalam harus tetap teguh.
2. Masa lalu bukanlah akhir cerita: Kegagalan atau titik terendah kemarin hanyalah satu bab, bukan akhir dari seluruh buku kehidupan kita.
3. Luka masa lalu bukan identitas sejati kita: Identitas kita melekat pada siapa kita di dalam Tuhan, bukan pada rasa sakit yang pernah kita alami.
4. Tuhan sanggup memulihkan: Tidak ada kehidupan yang terlalu hancur bagi kuasa restorasi Allah. Di dalam Kristus, kita bukan pecundang, melainkan lebih daripada pemenang.
Ingat-ingat, Tuhan tidak pernah memandang kita dari sudut pandang seorang korban yang malang dan tidak berdaya. Dia melihat setiap kita sebagai pribadi-pribadi yang bisa dipulihkan, siap dipakai, dan dirancang untuk menjadi lebih daripada pemenang.
Jadi, jangan biarkan kegagalan kemarin menentukan masa depan kita. Jangan biarkan luka di masa lalu mencuri harapan kita. Jangan biarkan suara dunia dan mayoritas yang belum tentu benar menjadi terdengar lebih keras daripada suara Tuhan.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



