Pengajaran Yesus tentang pikul salib dan sangkal diri bukanlah sebuah pilihan atau opsional, bukan juga sebuah tawaran ataupun ajakan, melainkan sebuah perintah dari Tuhan. Pernyataan perintah-Nya itu langsung atau ‘to the point’, tegas, tanpa basa-basi. Dan Ia bukan hanya mengajarkannya saja, namun juga mempraktikkannya.
Pikul salib untuk menjadi murid, pikul salib haruslah setiap hari, pikullah salib sebab kalau tidak, maka tidak layak menjadi murid Kristus. Dengan kata lain, mengikut Kristus, menjadi orang Kristen, tidaklah menjamin tidak akan menjalani sengsara selama masih ada di bumi ini.
Mazmur 56:8
Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan?
Lukas 14:27
Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
Lukas 9:23
Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.”
Matius 10:38
Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.
Pikul salib bukan sesekali, ataupun pada waktu-waktu tertentu saja, melainkan mesti siap sedia setiap hari. Bukan satu hari, dua hari, atau tiga hari, melainkan tiap-tiap hari. Ingat, perintah pikul salib, sangkal diri bukan sekadar dari para hamba Tuhan, melainkan dari Yesus sendiri.
Yohanes 19:16-19
Yesus disalibkan -- Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan. Mereka menerima Yesus. Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota. Dan di situ Ia disalibkan mereka dan bersama-sama dengan Dia disalibkan juga dua orang lain, sebelah-menyebelah, Yesus di tengah-tengah. Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: "Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi."
Mungkin akhir-akhir hari ini, khotbah yang populer adalah yang enak di dengar di telinga, biasanya tentang mujizat, berkat, tips hidup yang berhasil dan menjadi kaya, sehat, ataupun sekadar kesembuhan fisik.
Sedangkan, khotbah tentang pikul salib dan sangkal diri tidaklah populer, dan tidak terasa enak. Berkat, mujizat, menjadi kaya, dan mengalami kesembuhan memang tidak salah. Namun, jika ikut Tuhan hanya tentang berkat, cari berkat, dan kejar berkat, kita tidak akan bertahan dalam iman serta kecewa pada akhirnya. Sebab salib Kristus berarti keselamatan melalui penderitaan.
2 Timotius 4:3
Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
Namun, pikul salib bukanlah hukuman ataupun kutukan, melainkan pikul salib itu adalah kekuatan Allah. Dan walaupun ada penderitaan, kesesakan, kesulitan, serta berbagai proses dalam kehidupan, namun tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus.
Dengan pikul salib setiap hari dan sangkal diri, kita akan menerima serta mengalami kekuatan yang dari Allah. Kekayaan, kepintaran, koneksi, kemampuan manusia tidak menjamin.
Roma 8:35-36, 38-39
Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan" ... Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Matius 11:28
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Roma 8:16-17
Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
“Pikul salib” mungkin saja dapat berarti: ditinggalkan, dikhianati, diolok-olok, direndahkan atau tidak dianggap, dilupakan serta dijauhi, bahkan aniaya fisik seperti ditampar, ditendang, diludahi, dipermalukan, bahkan bagi Yesus sendiri berarti ditusuk lambung-Nya, dipakaikan mahkota duri, dicambuki, dan penderitaan yang tidak manusiawi lainnya.
Jadi, pikul salib bukan sekadar artinya memikul kayu! Dan janganlah pernah menyalahkan Tuhan, ataupun meninggalkan Dia. Sebab, Ia yang bertanggung jawab secara utuh atas hidup kita apabila kita berserah kepada-Nya, dan setia sampai garis akhir, sebanyak maupun seberapa berat pergumulan kita.
Jangan bangga bagaimana awal mula kita mengikut Tuhan, melainkan bagaimanakah nanti garis akhir hidup kita, kesetiaan kita mengikut Tuhan (finishing well)? Dan jangan cuma pandai bicara, melainkan sungguh-sungguhlah menghidupi apa yang kita perkatakan dan percayai. Tanpa melakukan firman Tuhan, tidak akan ada kuasa dalam hidup kita.
2 Korintus 11:23-29
Apakah mereka pelayan Kristus? --aku berkata seperti orang gila--aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut. Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu. Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian, dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat. Jika ada orang merasa lemah, tidakkah aku turut merasa lemah? Jika ada orang tersandung, tidakkah hatiku hancur oleh dukacita?
1 Korintus 1:18
Hikmat Allah dan hikmat manusia -- Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.
Jangan “gunting” firman Tuhan. Atau, cuma mau yang diberkati saja, dan tidak mau yang menderita ataupun memikul salib, dan hanya pilih-pilih firman yang terasa cocok bagi kita. Tanpa mau menderita bersama Dia, kita tidak akan dipermuliakan bersama dengan Dia. Walau ada penderitaan, dan pergumulan, namun juga ada penyertaan Tuhan, Ia tidak akan pernah meninggalkan ataupun membiarkan kita sendiri. Jadi, jangan pernah menggunakan ataupun mengandalkan kekuatan kita sendiri, sekalipun sampai saat ini juga masih ada “salib” dalam hidup kita.
Roma 8:17
Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
Bagaimana respons kita saat pikul salib akan menentukan. Dan janganlah sekadar mencari pembelaan yang dari manusia, melainkan andalkan dan carilah pembelaan yang dari Tuhan. Ia akan memberi kita kekuatan saat memikul salib, dan menyangkal diri.
Bahkan, orang-orang pilihan Tuhan yang militan juga pernah ada di masa-masa titik nadir dalam hidup mereka, seperti misalnya nabi Elia, Ayub, raja Daud. Bahkan Tuhan Yesus sendiri mesti menjalani salib.
1 Raja-raja 19:2-4
Maka Izebel menyuruh seorang suruhan mengatakan kepada Elia: "Beginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika besok kira-kira pada waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari mereka itu." Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana. Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku."
Ayub 3:16
Atau mengapa aku tidak seperti anak gugur yang disembunyikan, seperti bayi yang tidak melihat terang?
Mazmur 42:6
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!
Markus 14:34
Lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah."
Orang benar bisa saja jatuh, namun tidak akan sampai tergeletak, ia bisa bangkit kembali, dan bisa melakukan “manuver” ataupun perubahan yang lebih baik, karena tangan Tuhan yang menopangnya senantiasa. Proses salib mungkin membuat kita merasa tidak mudah dan melelahkan, namun janganlah terus-menerus mau berada di dalam perasaan seperti itu.
Amsal 24:16
Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.
Mazmur 37:24
Apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.
Ingatlah selalu, bahwa kita bukanlah seperti “belalang yang lemah”, melainkan kita amatlah sangat berharga serta spesial di mata Allah, karena kita memiliki kekuatan yang dari Allah. Jangan percaya pada apa kata si musuh, si jahat Iblis, maupun suara mayoritas yang belum tentu benar, melainkan dengarkan dan percayalah sepenuhnya pada apa kata firman Allah. Ia sanggup memberkati kita selama hidup kita tetap ada di dalam Dia.
Bilangan 13:30-33
Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: "Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!" Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan dia berkata: "Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita." Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: "Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya. Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami."
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



