Sewaktu manusia pertama diciptakan, manusia berada dalam kebenaran dan hubungan yang akrab dengan Tuhan. Namun, oleh karena jatuh dalam dosa, manusia sadar akan keberadaannya, dan memakai cawat yang terbuat dari daun pohon ara untuk berusaha menutupi dosa mereka. Selain itu, berpikir bisa mencoba bersembunyi dari Tuhan, menjadi takut, dan berlari menjauhi Dia.
Kejadian 3:7-10
Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."
Tuhan mengubahkan cawat yang terbuat dari pohon ara itu dengan membuatkan pakaian dari kulit binatang, baik untuk manusia pertama itu dan istrinya, dan mengenakannya kepada mereka.
Kejadian 3:21
Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.
Yesaya 61:10
Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.
Dosa dan hukuman atas dosa, yaitu maut, bagi kita telah dihapus oleh Tuhan Yesus. Bahkan, Tuhan tidak lagi mengingat-ingat dosa atau kesalahan kita. Saat kita menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi, maka Dia mengenakan jubah kebenaran (the robe of righteousness), dan Tuhan memandang jubah kebenaran yang kudus dan terus-menerus dikuduskan tersebut serta sempurna itu pada kita.
Namun ingat, perbuatan baik kita sebagai manusia tidak semata-mata menjadi pengganti ataupun melambangkan kebenaran kita di hadapan Tuhan. Sebab, tidak bisa sekadar seperti demikian. Sebab, kebenaran kita ibarat kain kotor (filthy rag).
Tuhan juga senang menggunakan kelemahan kita untuk menunjukkan kuasa-Nya, sebab kuasa-Nya menjadi sempurna melalui kelemahan kita.
Yesaya 64:6
Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin.
Tuhanlah yang membenarkan kita, jadi bukan karena usaha atau kekuatan kita sendiri. Meski apa pun yang kita alami hari-hari ini, namun kasih Tuhan dapat meluap-luap dan berlimpah dalam hidup kita. Ingat baik-baik, bahwa Tuhan telah mengenakan jubah kebenaran pada kita.
Markus 11:12-14
Yesus mengutuk pohon ara -- Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. Maka kata-Nya kepada pohon itu: "Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!" Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya.
Daun pohon ara pada ayat di atas adalah dapat menjadi sebuah lambang kemunafikan.
Tuhan telah mengenakan jubah kebenaran bagi kita. Jangan lagi pakai jubah kemunafikan, sebab Tuhan Allah sangat tidak menyukainya. Ataupun jubah kesombongan (2 Raja-raja 5:11), seperti jabatan, uang, harta, polularitas, serta apa pun yang membuat kita merasa tidak mau menanggalkan “jubah-jubah” apa pun yang Tuhan minta supaya kita tanggalkan.
Jangan mempertaruhkan integritas hanya demi reputasi di mata manusia. Adalah jauh masih lebih baik mengorbankan reputasi kita yang mungkin terlihat baik di mata orang lain, namun mempertahankan integritas kita yang benar di mata Tuhan maupun saat tidak ada orang yang memperhatikan.
Perlihatkan integritas, bukan sekadar mempertontonkan reputasi. Dan yang sangat mengetahui integritas kita yang sebenar-benarnya sering kali ialah orang-orang yang paling dekat dengan kita, misalnya keluarga di rumah, pasangan, anak-anak, bahkan pembantu rumah tangga kita.
Terkadang, kita juga mungkin akan mempertaruhkan reputasi kita demi mempertahankan integritas dan melakukan kebenaran, sekalipun banyak orang salah menilai kita. Seperti halnya, seorang ayah yang berlari mendahului banyak orang demi menyambut anaknya yang hilang dan telah kembali, meski telah menghabiskan semua harta warisan yang menjadi bagiannya, serta tidak membawa atau memiliki apa-apa lagi.
Lukas 15:20-22
Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
Sering kali, Tuhan Yesus seperti itu, menyambut kita yang mau bertobat, datang kembali kepadanya, dan Ia tidak ingin membiarkan si jahat atau musuh, Iblis, untuk menuduh, mengintimidasi kita. Sadarilah akan hal ini, bahwa setiap saat tuduhan Iblis muncul terhadap masa lalu kita, nyatakanlah Tuhan telah mengenakan jubah kebenaran kepada kita. Sadarilah benar-benar akan kebenaran yang sangat dahsyat ini.
Ingat, kita menerima jubah pembenaran, cincin otoritas, dan hak identitas sebagai anak Allah.
Roma 8:17
Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
Roma 13:14
Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.
1 Samuel 30:7
Lalu Daud memberi perintah kepada imam Abyatar bin Ahimelekh: "Bawalah efod itu kepadaku." Maka Abyatar membawa efod itu kepada Daud.
Apa pun usaha atau kekuatan kita sebagai manusia, tanpa membiarkan Tuhan yang mengenakan apa yang perlu kita kenakan, pada akhirnya kita pasti akan mengalami kehancuran. Jadilah seperti Yusuf yang tetap mengenakan jubah kebenaran serta intergritas, dan tidak mau mempertahankan jubah-jubah popularitas maupun reputasi manusia.
Jika kita mau tetap mengenakan jubah kebenaran, Tuhan bukan sekadar memulihkan, melainkan Ia sendiri juga pasti yang akan menolong, membela, dan mengangkat kita pada waktu-Nya, seturut cara-Nya. Hiduplah sesuai janji-janji dalam firman-Nya.
Kejadian 41:42
Sesudah itu Firaun menanggalkan cincin meterainya dari jarinya dan mengenakannya pada jari Yusuf; dipakaikannyalah kepada Yusuf pakaian dari pada kain halus dan digantungkannya kalung emas pada lehernya.
Jangan mau lagi mengenakan jubah kemunafikan, jubah kesombongan, jubah mengandalkan kekuatan diri sendiri, jubah kebohongan, melainkan kenakanlah jubah kebenaran yang penuh kuasa, kasih, dan kesetiaan Tuhan.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



