Hidup tidak ditentukan oleh ada atau tidaknya peperangan, tetapi ditentukan oleh siapa yang menyertai kita selama peperangan tersebut. Setiap orang pasti mengalami peperangan. Perbedaannya bukan dari besar atau kecilnya masalah, tetapi dari Tuhan yang menyertai. Tuhan membawa kita untuk melihat peperangan tersebut mengubah perspektif kita dan membuat iman bertumbuh. Kemenangan membawa kepada kemerdekaan. Kemerdekaan dari dosa atau rasa takut, dimulai dari kemenangan.
Bagaimana caranya kita mengalami kemenangan ? Kita belajar dari kitab Hakim-hakim. Kitab Hakim-hakim ditulis menjadi masa transisi antara kematian Musa dengan raja-raja sesudahnya. Kitab ini menggambarkan tentang siklus hidup rohani bangsa Israel yang penuh pergolakan, peperangan, kelepasan dan kemenangan. Kitab ini menunjukkan bahwa Allah tetap hadir sepanjang sejarah bangsa Israel di dalam masa-masa sulit dan setia dalam siklus rohani tersebut.
Hakim-Hakim 6: 11 - 18
Kemudian datanglah Malaikat TUHAN dan duduk di bawah pohon tarbantin di Ofra, kepunyaan Yoas, orang Abiezer itu, sedang Gideon, anaknya, mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur agar tersembunyi bagi orang Midian. Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian : TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani. Jawab Gideon kepada-Nya : Ah, tuanku, jika TUHAN menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami ? Di manakah segala perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib yang diceritakan oleh nenek moyang kami kepada kami, ketika mereka berkata : Bukankah TUHAN telah menuntun kita keluar dari Mesir ? Tetapi sekarang TUHAN membuang kami dan menyerahkan kami ke dalam cengkeraman orang Midian. Lalu berpalinglah TUHAN kepadanya dan berfirman : Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau ! Tetapi jawabnya kepada-Nya : Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel ? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku. Berfirmanlah TUHAN kepadanya : Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis. Maka jawabnya kepada-Nya : Jika sekiranya aku mendapat kasih karunia di mata-Mu, maka berikanlah kepadaku tanda, bahwa Engkau sendirilah yang berfirman kepadaku. Janganlah kiranya pergi dari sini, sampai aku datang kepada-Mu membawa persembahanku dan meletakkannya di hadapan-Mu. Firman-Nya : Aku akan tinggal, sampai engkau kembali.
1. His Selection atau pilihan-Nya.
Gideon pada saat itu melihat dirinya berdasarkan masa lalunya, tetapi Tuhan melihat Gideon berdasarkan masa depannya. Gideon mengatakan bahwa dirinya kecil dan tidak mampu, tetapi Tuhan menyatakan bahwa Gideon adalah pahlawan dan diutus oleh Tuhan. Ada perbedaan perspektif, lita menilai diri berdasarkan pengalaman, Tuhan menilai kita berdasarkan panggilan.
Tuhan selalu memilih cara yang berbeda, dan memakai orang-orang biasa untuk mengerjakan panggilan yang luar biasa. Hanya Tuhan yang memampukan untuk mengerjakan panggilan yang luar biasa tersebut.
Jangan pernah menilai hidupmu berdasarkan apa yang terjadi hari ini.
Orang yang dipilih belum tentu langsung diutus, tetapi orang yang diutus sudah pasti orang yang dipilih. Tidak mungkin ada pengutusan tanpa pemilihan.
Yohanes 15 : 16
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
Tuhan yang terlebih dahulu mencari kita. Tuhan tidak pernah melepaskan kita semua. Sebelum jadi pemenang, kita harus percaya bahwa kita adalah pribadi yang dipilih oleh Tuhan.
God dose not call the qualified, he qualifies the called. (John Maxwell)
2. His power
Ketika kita ingin mengalami kemenangan, libatkan Tuhan dan kekuatan-Nya.
Hakim-Hakim 7 : 6 - 7
Jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya, ada tiga ratus orang, tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya berlutut minum air. Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Gideon : Dengan ketiga ratus orang yang menghirup itu akan Kuselamatkan kamu : Aku akan menyerahkan orang Midian ke dalam tanganmu; tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya boleh pergi, masing-masing ke tempat kediamannya.
Dari total 32.000 orang yang dipilih oleh Tuhan tersisa 300 orang. Secara militer, perhitungan tersebut masuk dalam strategi bunuh diri.
Kadang-kadang Tuhan mengurangi sesuatu dari hidup kita, supaya kita tidak salah mengira dari mana kemenangan itu berasal. Tuhan mengizinkan itu terjadi, supaya kita selalu tahu bahwa apa pun yang kita raih karena kekuatan Tuhan.
Dunia sering melihat kita melalui angka-angka yang terlihat, tetapi Tuhan bekerja berdasarkan iman kita. Jumlah bukan masalah, karena Tuhan berkuasa untuk melakukan segala sesuatu.
Hakim-Hakim 7 : 2
Berfirmanlah TUHAN kepada Gideon : Terlalu banyak rakyat yang bersama-sama dengan engkau itu dari pada yang Kuhendaki untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka, jangan-jangan orang Israel memegah-megahkan diri terhadap Aku, sambil berkata : Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku.
Masalah terbesar manusia bukan kekurangan. Masalah terbesar manusia adalah kesombongan. Waktu Tuhan melepaskan sesuatu, Tuhan mengajar kita untuk percaya kepada Tuhan sepenuhnya.
3. His Way
Hakim-Hakim 7 : 20 - 22
Demikianlah ketiga pasukan itu bersama-sama meniup sangkakala, dan memecahkan buyung dengan memegang obor di tangan kirinya dan sangkakala di tangan kanannya untuk ditiup, serta berseru : Pedang demi TUHAN dan demi Gideon ! Sementara itu tinggallah mereka berdiri, masing-masing di tempatnya, sekeliling perkemahan itu, tetapi seluruh tentara musuh menjadi kacau balau, berteriak-teriak dan melarikan diri. Sedang ketiga ratus orang itu meniup sangkakala, maka di perkemahan itu TUHAN membuat pedang yang seorang diarahkan kepada yang lain,lalu larilah tentara itu sampai ke Bet-Sita ke arah Zerera sampai ke pinggir Abel-Mehola dekat Tabat.
Cara Tuhan selalu berbeda dengan cara manusia. Seringkali kita berpikir, kemenangan ditentukan dengan cara dunia. Tetapi Tuhan berkata bahwa kemenangan ditentukan oleh Tuhan. Kemenangan ditentukan oleh ketaatan kita. Ketaatan selalu mendahului kemenangan. Tuhan memakai cara yang tidak masuk akal supaya Tuhan mendapat kemuliaan terbesar.
God gets the greatest glory when victory cannot be explained naturally. God’s way always lead to God’s victory.
Kemenangan pasukan Gideon dengan senjata berupa sangkakala, buyung, dan obor. Sangkakala melambangkan seruan kemenangan. Gideon meniup sangkakala sebelum kemenangan terjadi membuktikan bahwa iman mendahului kemenangan.
Buyung yang terbuat dari tanah liat dan mudah dipecahkan melambangkan kehidupan orang Kristen yang perlu dihancurkan atau dilemahkan supaya nama Tuhan dipermuliakan. Hampir tidak ada orang besar di Alkitab yang tidak mengalami proses ‘dipecahkan’. Tuhan lebih tertarik membentuk karakter yang kokoh.
Obor berbicara tentang terang atau hadirat Tuhan. Tuhan berkata untuk tetap menjadi terang dunia.
“Victory is not the absence of battles. Victory is the presence of God in every battle.”
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



