Hubungan antara Allah sebagai Pencipta dan manusia sebagai ciptaan, paling indah dipahami melalui hubungan antara Bapa dan anak. Allah sebagai Bapa yang tidak pernah pasif, melainkan senantiasa mendidik, menguji sesuai batas kemampuan, menghargai kehendak bebas kita, serta merancangkan pemulihan yang menyeluruh.
Puji Tuhan, karena kekristenan adalah sebuah hubungan antara Allah Bapa dengan anak-anak-Nya, yaitu kita semua yang percaya kepada Tuhan Yesus. Dan bersyukurlah karena Tuhan mengizinkan kita memanggil Dia sebagai Bapa. Namun, hari ini kita akan belajar beberapa hal:
• Mengapa terkadang seolah Tuhan mengizinkan anak-anak-Nya menderita?
Pertanyaan mengenai mengapa Allah mengizinkan penderitaan terjadi sering kali membuat manusia mempertanyakan kasih-Nya. Namun, penderitaan bagi orang percaya bukanlah bentuk hukuman yang merusak, melainkan sebuah didikan yang membangun dari kasih Bapa.
Ibrani 12:5-6
Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak."
Penderitaan sering kali merupakan instrumen didikan, disiplin, dan koreksi. Kata "menghajar" dan "menyesah" di sini tidak merujuk pada amarah yang jahat, melainkan tindakan korektif seperti orangtua ataupun seorang ayah yang bertanggung jawab penuh atas masa depan karakter anaknya, dan supaya tidak menjadi anak-anak gampang (bukan anak-anak Allah).
Justru pembiaran terhadap kesalahan seorang anak menunjukkan ketiadaan kasih atau ketidakpedulian. Karena semua anak Allah pasti dididik-Nya. Kasih Bapa dinyatakan melalui ketegasan-Nya untuk membentuk kekudusan di dalam diri kita agar karakter kita semakin serupa dengan-Nya. Kadang Allah tidak mengubah masalah kita, melainkan mengubahkan karakter kita.
• Mengapa juga terkadang sepertinya Tuhan menguji melebihi kekuatan saya?
Sering kali, saat menghadapi beban hidup yang berat, kita merasa bahwa pencobaan tersebut sudah melampaui batas kemampuan kita. Ujian iman bertujuan memurnikan, sedangkan pencobaan jahat bertujuan untuk menjatuhkan. Namun ingat, ada ujian, pencobaan, maupun konsekuensi dosa, apalagi apabila kita sudah bermitra dengan Allah.
Yakobus 1:12-13
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.
1 Korintus 10:13
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
Yohanes 10:10
Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
Sedikit Demi Sedikit
Dalam melatih iman kita, hati Bapa memakai prinsip yang bertahap. Allah tidak langsung memberikan kemenangan mutlak atau kapasitas besar secara instan, melainkan mendidik kita sedikit demi sedikit melalui kesetiaan pada perkara-perkara kecil.
Prinsip ini menunjukkan berkat dan tanggung jawab rohani berjalan beriringan dengan kedewasaan karakter kita. Jika Allah menyerahkan seluruh berkat secara instan saat kita belum siap, kita bisa hancur oleh keangkuhan atau ketidakmampuan mengelolanya. Karena itu, ujian yang terukur diberikan secara bertahap untuk memperbesar kapasitas rohani kita.
Keluaran 23:30
Sedikit demi sedikit Aku akan menghalau mereka dari depanmu, sampai engkau beranak cucu sedemikian, hingga engkau dapat memiliki negeri itu.
Lukas 16:10
Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.
Kejatuhan Malaikat yang Memberontak
Untuk mengerti betapa besarnya kasih Allah dan hati Bapa kepada manusia, kita bisa melihat perbandingan antara malaikat yang jatuh dengan manusia yang berdosa. Bagi malaikat yang memberontak, sama sekali tidak ada rencana keselamatan atau pengampunan yang disediakan Allah. Tuhan tidak pernah menyerah atas hidup kita.
2 Petrus 2:4
Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman.
Ibrani 2:16
Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani.
Yehezkiel 28:12-15
Gambar dari kesempurnaan engkau, penuh hikmat dan maha indah. Engkau di taman Eden, yaitu taman Allah penuh segala batu permata dan emas. Kuberikan tempatmu dekat kerub yang berjaga, di gunung kudus Allah. Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu.
Yehezkiel 28:16-18
Dengan dagangmu yang besar engkau penuh dengan kekerasan dan engkau berbuat dosa maka Kubuangkan engkau dari gunung Allah. Engkau sombong karena kecantikanmu, hikmatmu kaumusnahkan. Ke bumi kau Kulempar. Dengan banyaknya kesalahanmu dan kecurangan dalam dagangmu engkau melanggar kekudusan tempat kudusmu. Maka Aku menyalakan api dari tengahmu yang akan memakan habis engkau.
• Mengapa Tuhan memberikan kehendak bebas?
Jika Allah tahu kebebasan bisa membuat manusia jatuh dalam dosa dan menderita, mengapa Ia tetap memberikan kehendak bebas (free will)? Jawabannya, ada pada hakikat kasih. Kasih yang tulus membutuhkan kebebasan untuk memilih. Tanpa kehendak bebas, ketaatan manusia hanya seperti robot otomatis yang tidak bernilai moral.
Karakter Bapa yang panjang sabar memberi ruang bagi manusia untuk memilih. Bapa merindukan hubungan yang jujur berdasarkan kasih timbal balik, bukan kepatuhan yang dipaksakan. Namun, kebebasan ini membawa risiko, di mana manusia bisa menyalahgunakannya. Karena itu, jangan buka celah ataupun cinta dosa.
Dosa terjadi ketika kehendak bebas manusia sengaja diarahkan di luar koridor kehendak Bapa yang baik. Ketika manusia lebih menuruti ego sendiri, terjadilah kejatuhan moral. Namun bagi mereka yang memilih untuk tetap setia kepada Allah di tengah pencobaan, ujian berubah menjadi berkat rohani. Tujuan dari kehendak bebas yang diuji ialah kedewasaan rohani kita.
Mazmur 103:8
TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
Yakobus 1:14-15
Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa.
Yakobus 1:2-4
Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.
Yakobus 1:12
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.
Rendah Hati dan Taat Saja
"Belief is information, obedience is transformation" (Kepercayaan itu seperti informasi, namun ketaatan akan menghasilkan transformasi). Yang membedakan kita sebagai anak-anak Bapa adalah ketaatan yang radikal, taat saja. Ketaatan adalah tindakan nyata menyerahkan kehendak bebas kita di bawah otoritas serta kehendak Bapa, yang pada akhirnya mengubah seluruh hidup kita. Ada bagian yang Tuhan lakukan, ada bagian yang kita lakukan. Milikilah kerendahan hati, serta ketaatan.
Take Home Messages:
• Bapa yang baik selalu mengasihi anak-anak-Nya.
• Bapa tidak mengizinkan pencobaan itu melampaui kekuatan kita.
• Bapa memberikan kehendak bebas, sebab Ia tidak mau memaksakan kehendak-Nya.
• Bapa mengasihi kita dengan tulus, dan Ia rindu kita juga mengasihi-Nya secara tulus.
• Mahkota kehidupan tersedia bagi kita yang mau taat, serta setia sampai akhir.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



