Tiga langkah penting untuk setiap orang percaya mengalami terobosan rohani di dalam hidup mereka:
1. Rasa Syukur (Gratitude) – Merelakan masa lalu dengan memilih untuk selalu bersyukur, apa pun situasi dan kondisi yang sedang dihadapi.
2. Penatalayanan (Stewardship) – Menjalani masa kini dengan memahami serta menyadari peran kita sebagai pengelola (penatalayan), bukan sebagai pemilik atas apa yang ada pada kita.
3. Lebih Lagi di dalam Dia (More in Him) – Mengamankan masa depan dengan mengalami terobosan spiritual, bukan sekadar mencari pengetahuan tentang Dia.
Yohanes 11:25-26
Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"
Gadis yang Bijaksana dan Gadis yang Bodoh (Matius 25:1-13)
Tema utama pesan firman Tuhan ini adalah "Are We Ready?" (Apakah Kita Siap?), dari perumpamaan Yesus tentang sepuluh gadis yang menunggu mempelai laki-laki. Dari perumpamaan ini, ada lima poin mengenai kesiapan rohani kita dalam menyambut kedatangan Tuhan:
1. Tidak Semua Orang Siap (Not Everyone Is Ready) (ayat 1 – 2)
Tuhan tidak melihat apa yang tampak di permukaan, melainkan Dia melihat langsung ke dalam hati manusia. Digambarkan ada sepuluh gadis yang membawa pelita, namun lima di antaranya bodoh, dan lima lainnya bijaksana. Perbedaan ini mencerminkan kondisi hati.
• Karakter yang berbeda itu juga dapat dilihat dari Raja Saul dan Raja Daud.
• Daud senantiasa memandang Tuhan, memuji-Nya, dan menjadikan Tuhan sebagai tempat perlindungan yang utama sehingga ia tidak goyah (Mazmur 16:2, 7-8).
• Sebaliknya, banyak orang yang memuliakan Tuhan hanya dengan bibir dan perkataan saja, padahal hati mereka sesungguhnya jauh dari Tuhan (Matius 15:8).
• Contohlah Daniel yang dengan teguh berketetapan hati untuk tidak menajiskan dirinya dengan makanan dan anggur raja, melainkan memilih untuk diuji dengan hanya memakan sayur dan meminum air saja (Daniel 1:8, 12).
2. Pengurapan yang Menjadi Pembeda (Oil Makes the Difference) (ayat 3-4)
Kesiapan kita ditentukan oleh apakah hidup kita dipimpin oleh Roh atau oleh daging. Gadis-gadis bodoh membawa pelita tetapi tidak membawa minyak cadangan, sedangkan gadis-gadis bijaksana membawa pelita sekaligus minyak dalam buli-buli mereka.
• Pelita tanpa minyak tidak akan bisa menyala lama. Matius 26:41 mengingatkan, berjaga-jaga dan berdoa agar tidak jatuh ke dalam pencobaan, karena roh memang penurut tetapi daging itu lemah.
• Contoh hidup yang dikuasai daging terlihat pada Yudas Iskariot yang mengkhianati Yesus demi kedagingannya hanya dengan sebuah ciuman, dan demi uang (Matius 26:47-48, 50).
• Oswald J. Smith mengingatkan, kepenuhan Roh Kudus bukanlah soal bagaimana kita “mendapatkan lebih banyak Roh Kudus”, melainkan bagaimana Roh Kudus mendapatkan lebih banyak area di dalam kehidupan kita secara penuh (Total Surrender).
• Kita tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Kita tidak bisa mengabdi kepada Allah sekaligus kepada Mamon (kekayaan/dunia) (Matius 6:24, Matius 19:16-26).
3. Penundaan Menguji Iman (Delay Tests Faith) (ayat 5)
Iman yang sejati adalah iman yang nyata, berakar, dan tahan uji sampai akhir (Real, Rooted, and Enduring Faith). Karena mempelai laki-laki itu lama tidak datang-datang, mengantuklah semua gadis itu, lalu tertidur. Waktu penundaan inilah yang menjadi ujian bagi iman kita.
• Tuhan Yesus pernah memperingatkan Simon Petrus bahwa Iblis telah menuntut untuk menampi mereka seperti gandum, namun Yesus telah berdoa agar iman Petrus tidak gugur, dan agar ia kelak menguatkan saudara-saudara seiman (Lukas 22:31-32).
• Kegagalan dalam menghadapi penundaan terlihat pada bangsa Israel (Keluaran 32:1). Ketika mereka melihat Musa seperti menunda dan lama tidak turun dari gunung, mereka menjadi tidak sabar, mendesak Harun, dan akhirnya membuat allah palsu (patung anak lembu emas) untuk berjalan di depan mereka.
• Sebaliknya, Abraham menunjukkan iman yang bertahan dalam penundaan (Kejadian 12:2, 4; Kejadian 21:5). Abraham berumur 75 tahun saat berangkat dari Haran memegang janji Tuhan, dan ia harus menunggu sampai berusia 100 tahun baru Ishak lahir baginya. Penundaan selama 25 tahun itu menguji dan membuktikan imannya yang sejati.
4. Kita Tidak Bisa Meminjam Pengurapan (You Can't Borrow Oil) (ayat 9)
Kekristenan dan keselamatan adalah urusan pribadi antara kita dengan Tuhan; kita harus mengerjakan keselamatan kita masing-masing (Work Out Your Salvation). Ketika gadis-gadis bodoh kehabisan minyak dan mencoba meminjam, gadis-gadis bijaksana menjawab bahwa minyak mereka tidak akan cukup untuk bersama, sehingga mereka menyarankan untuk pergi membeli sendiri.
• Kita diajak untuk tetap taat dan senantiasa mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar (Filipi 2:12). Iman atau keintiman orang lain tidak bisa kita pinjam atau warisi begitu saja.
• Paulus menekankan pentingnya disiplin rohani pribadi, ia melatih tubuhnya dan menguasainya seluruhnya, supaya setelah ia memberitakan Injil kepada orang lain, jangan ia sendiri yang ditolak oleh Allah (1 Korintus 9:27).
• Kegagalan menjaga kerohanian keluarga dan pribadi juga dicontohkan lewat pengalaman Imam Eli. Tuhan menghukum keluarga Eli untuk selamanya karena dosa anak-anaknya yang menghujat Allah, sementara Eli tidak menegur atau memarahi mereka dengan tegas (1 Samuel 3:12-14).
5. Tuhan Menginginkan Hubungan (God Wants Relationship) (ayat 11-12)
Tuhan merindukan sebuah hubungan keintiman yang karib dengan kita, bukan sekadar aktivitas rohani belaka (Relationship, not Activity). Pada akhirnya, gadis-gadis bodoh datang terlambat dan berteriak meminta pintu dibukakan, namun sang mempelai menjawab dengan tegas, "Sesungguhnya aku tidak mengenal kamu." Mereka sibuk mencari minyak di saat terakhir, tetapi kehilangan hubungan dengan sang mempelai.
Mazmur 145:18
TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.
• Tokoh Alkitab yang menghidupi hubungan karib seprti ini ialah Nuh. Nuh adalah seorang yang benar, tidak bercela di antara orang-orang seangkatannya, dan ia hidup bergaul erat dengan Allah (Kejadian 6:9).
• Prinsip hubungan melebihi sekadar aktivitas ini juga ditegaskan oleh Yesus saat menegur Marta yang sibuk, khawatir, dan menyusahkan diri dengan banyak perkara pelayanan (aktivitas), sementara Maria memilih bagian yang terbaik yang tidak akan diambil darinya, yaitu duduk diam mendengarkan di kaki Yesus (hubungan/keintiman) (Lukas 10:41-42).
Take Home Messages:
Are we ready? Sudah siapkah kita? Kesiapan kita diukur dari lima aspek:
• Apakah hati kita sudah benar di hadapan-Nya?
• Apakah hidup kita dipimpin oleh Roh Kudus, bukan oleh keinginan daging?
• Apakah kita memiliki iman yang sejati, berakar, dan bertahan di tengah penundaan?
• Apakah kita terus-menerus mengerjakan keselamatan pribadi kita dengan takut dan gentar?
• Dan apakah kita lebih mengutamakan hubungan intim dengan Tuhan dibanding sekadar rutinitas maupun aktivitas pelayanan?
Matius 25:13
Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



