Banyak orang yang mungkin ingin ke surga, namun tidak segera ke sana hari ini karena masih menginginkan umur panjang supaya mempersiapkan diri agar berkenan di hadapan Tuhan.
Sebenarnya, setiap pergumulan maupun kesulitan yang kita alami dan Tuhan izinkan dapat saja juga menjadi bagian dari proses pembentukan serta penyempurnaan diri sesuai apa yang Allah kehendaki.
Yesus pernah menjelaskan tentang surga kepada Nikodemus, seorang Farisi dan pemimpin agama Yahudi. Dalam Yohanes 3:13 dinyatakan bahwa tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga selain Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia. Surga adalah tempat di mana Allah Bapa berada, dan Tuhan Yesus sedang menyediakan tempat bagi kita semua yang percaya pada-Nya. Surga mengandung janji dan harapan bagi kehidupan kita melalui Yesus Kristus. Di surga nanti, kita akan hidup dalam persekutuan kekal bersama Allah.
Yohanes 14:3-4
Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.
Ayat ini memiliki latar belakang budaya patriarkis bangsa Yahudi, di mana seorang ayah memperluas rumahnya sesuai dengan perkembangan keturunan. Yesus melukiskan rumah Bapa sebagai tempat yang sangat luas yang dapat menampung setiap orang percaya. Janji ini menjadi motivasi bagi kita untuk hidup sungguh-sungguh dalam pengenalan akan Allah dan setia sampai akhir. Hubungan relasional dengan Kristus sangat penting agar kita memahami rencana Allah dalam kehidupan kita.
Kisah Nyata Tentang Kesetiaan
Seorang pria yang telah menikah selama 20 tahun dengan tiga orang anak mengaku hidupnya seperti neraka karena istrinya sangat keras dan banyak menuntut. Namun, pria ini tetap bekerja giat, mengasihi keluarga sepenuh hati, dan tidak pernah menyentuh hal-hal yang berbau dosa. Ia mengabdikan hidupnya untuk bekerja, melayani istri dan anak-anak, serta melayani Tuhan. Tiga bulan setelah ia bertekad mempersiapkan hidup untuk istri tercintanya, ia dipanggil pulang ke rumah Bapa secara mendadak. Kisah ini mengajarkan bahwa hidup harus dijalani menurut jalan Tuhan, karena kita tidak tahu kapan waktu kita berpulang.
Kristus Sebagai Pengantara
1 Yohanes 2:1-6
Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia. Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.
Yohanes mengingatkan, para pengikut Yesus mestinya hidup kudus, dan menghindari dosa. Namun jika kita berbuat dosa, kita memiliki Pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus yang adil. Istilah "Parakletos" menggambarkan Yesus sebagai Pengantara pendamaian yang hidup sempurna dalam kebenaran. Kita diajak untuk mencontoh apa yang Yesus lakukan. Hidup kita adalah taman milik Tuhan yang harus ditanami benih-benih firman yang baik, bukan benih-benih dosa, kepahitan, kemarahan, dan kekecewaan.
• Peringatan Tentang Dosa
Yakobus 1:15
Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.
Hidup dalam kekudusan berarti pikiran dan perbuatan kita harus senantiasa diperbaharui dan disesuaikan dengan firman Tuhan. Pendamaian melalui Kristus berarti Dia menutupi dosa kita dengan harga yang Dia bayar sebagai pengganti.
Dalam Perjanjian Lama, pengorbanan hewan digunakan untuk membayar dosa, tetapi dalam Perjanjian Baru, Yesus adalah persembahan yang sempurna—Anak Domba yang tak bercacat cela, yang menebus dosa manusia. Ini inisiatif Allah untuk menyelamatkan seluruh dunia.
Nabi Hosea
Hidup nabi Hosea yang diminta Allah untuk menikahi seorang pelacur bernama Gomer menggambarkan betapa Allah rindu mendamaikan manusia dengan diri-Nya. Meskipun Gomer kembali menjual dirinya, Allah meminta Hosea untuk membelinya kembali (Hosea 3:1-2). Demikian pula, kita yang sudah menerima keselamatan, mungkin sering mengecewakan Tuhan, namun Allah tetap memiliki inisiatif untuk mendamaikan kita melalui Yesus.
• Mengenal Allah Melalui Firman (1 Yohanes 2:3)
Banyak orang hanya pura-pura menghidupi kekristenan, namun enggan mendengar dan melakukan perintah Tuhan. Firman Tuhan adalah asupan bagi manusia rohani dan peralatan yang dipakai Roh Kudus untuk kita mengenal Allah (sola Scriptura). Seperti Abraham yang taat keluar dari Ur-Kasdim dan rela mengorbankan Ishak, kita pun dipanggil untuk menaati perintah Allah tanpa tawar-menawar.
• Peringatan Tentang Kemunafikan (1 Yohanes 2:4)
Mengenal Allah bukan sekadar mengenal nama, tetapi memiliki hubungan yang pribadi dan perjanjian yang membawa kita hidup dalam kekekalan. Kita tidak boleh seperti Esau yang menukar hak kesulungan hanya demi semangkuk sup merah. Keselamatan yang kita terima dari anugerah Allah tidak boleh digantikan dengan apa pun yang ditawarkan oleh dunia ini.
• Kesempurnaan Kasih Allah (1 Yohanes 2:5)
Orang yang menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sempurna kasih Allah. Kata "sempurna" dalam bahasa Yunani adalah "tetelestai" yang berarti "mission complete" dari Tuhan. Yesus rela melepaskan segala milik-Nya di surga untuk datang menyelamatkan kita. Ketaatan dalam Perjanjian Baru berbeda dengan Perjanjian Lama—Allah menghampiri kita melalui Yesus. Sebagai calon penghuni surga, kita dapat hidup dalam prinsip-prinsip kerajaan surga saat ini juga.
• Hidup Seperti Kristus (1 Yohanes 2:6)
Jika kita mengatakan ada di dalam Dia, maka kita wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. Gaya hidup Yesus harus menjadi lifestyle kita sehari-hari, bukan hanya sewaktu-waktu.
Matius 5:20
Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
C. S. Lewis dalam salah satu bukunya, The Great Divorce, menyatakan bahwa pada akhirnya hanya akan ada dua jenis manusia, yaitu mereka yang berkata kepada Tuhan: "Kehendak-Mu yang jadi," dan orang-orang yang Tuhan katakan kepada mereka: "Kehendakmu yang jadi." Yang manakah kita? Kita mesti memperhatikan gaya hidup kita agar akhir hidup kita tidak sia-sia.
Jadi, surga bukan hanya tempat yang indah tanpa penderitaan, tetapi tempat yang mengajarkan pola hidup yang harus dimulai dari hari ini, saat ini juga. Kita diingatkan untuk mengarahkan hidup kepada Tuhan dengan hidup kudus dan menjauhi dosa, menghargai anugerah pendamaian yang sudah dibayar lunas oleh Tuhan Yesus, serta belajar semakin mengenal Allah melalui firman-Nya.
Tidak ada ruginya belajar firman Tuhan. Gereja kita ini juga menyediakan begitu beragam fasilitas untuk belajar firman dari hari ke sehari. Namun, pengenalan akan Tuhan harus dilakukan dengan cara yang benar agar kita selalu terhubung dengan Dia. Jangan sia-siakan kesempatan yang berharga ini dengan kembali pada dosa. Belajarlah untuk mengenal Allah melalui firman Tuhan.
Kita juga disempurnakan bukan oleh kekuatan kita sendiri, tetapi oleh kasih karunia Allah. Pilihan ada di tangan kita masing-masing, entah untuk bersatu dengan Tuhan untuk selama-lamanya, ataukah terpisah dari Dia untuk selama-lamanya?
Marilah mempersiapkan hidup kita bukan untuk saat ini saja, tetapi untuk masa akhir hidup kita supaya kita beroleh kehidupan yang kekal bersama-sama dengan Allah Bapa kita yang di surga.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



